Pedagang Kudus Plaza Nekat Bertahan

180

KUDUS – Sebagian pedagang Kudus Plaza masih bertahan. Mereka menunggu kejelasan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Meski tidak ada fasilitas dan orang yang melintas.

Lilis, pemilik toko pakaian Larees mengaku, terpaksa jualan di tempat biasa. Dia tidak ada tempat lagi. Meski fasilitas listrik tidak ada. Dia membawa barang dagangannya keluar dari toko.

”Takut gelap karena tidak ada aliran listrik. Kanan kiri ruko di sebelah saya tutup semua,” paparnya.

Meski begitu, imbuhnya, kondisinya benar-benar sepi. Hanya ada satu atau dua orang saja yang melintas. “Memprihatinkan sekali. Tapi, mau bagaimana lagi saya pindah juga belum memiliki tempat yang baru,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pemkab pernah mengumpulkan pedagang Kudus Plaza. Pedagang diberitahu bahwa kondisi gedung tersebut sudah tidak kokoh lagi. Sehingga perlu ada rehab total.

”Hanya sebatas itu. Belum ada solusi relokasi tempat sehingga saya memilih bertahan dan sebentar lagi Lebaran. Maka tetap buka dagangan,” paparnya.

Usai kebakaran Matahari Department Store (MDS) Kudus penghasilannya berbeda. Menurutnya, sangat berkurang. “Orang lewat jalur MDS saja takut karena melihat gedung yang masih hangus dan tidak ada listriknya,” jelasnya.

Lilis merasakan perjuangan untuk menjajakan pakaian. Dia buka pukul 09.00 dan tutup pukul 17.00. Sehari terkadang sama sekali tidak laku. Hal tersebut sempat berulang kali dialami.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Eko Djumartono mengatakan, belum tahu pasti akan dibongkar total atau tidak. Karena masih menunggu hasil akhir labfor.

”Asuransinya juga belum turun dan masih melengkapi persyaratan pencairan. Beberapa pedagang Kudus Plaza berjualan. Tetapi, rekomendasi Pemkab Kudus adalah pedagang tidak diperkenankan dagang di tempat tersebut karena risiko gedung sewaktu-waktu roboh,” terangnya.

(ks/san/ris/aji/JPR)

Silakan beri komentar.