Asyik Belajar PAIBP dengan Media Audiovisual

234
Oleh : Dra Dluhroh M.Ag
Oleh : Dra Dluhroh M.Ag

RADARSEMARANG.COM – MINAT belajar peserta didik dalam pembelajaran PAIBP (Pendidikan Agama Islam/PAI dan Budi Pekerti) selama ini rendah. Bahkan, hasil belajar peserta didik kurang memuaskan, karena banyak yang belum mencapai ketuntasan KKM. Bahkan, rerata hasil belajar peserta didik kurang optimal. Kondisi ini menggugah kreativitas guru untuk meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran PAIBP, yakni dengan memanfaatkan media audiovisual.

Berdasarkan pengamatan penulis, rendahnya minat belajar peserta didik dalam mata pelajaran PAIBP tampak dari sikap peserta didik yang kurang serius mengikuti pembelajaran PAIBP. Mereka umumnya berbicara dengan teman saat disampaikan materi pelajaran. Mereka juga menganggap enteng, merasa sudah memahami agama pada materi-materi tertentu. Tragisnya, pelajaran PAIBP dianggap mata pelajaran yang membosankan dan kurang menyenangkan.

Diakui atau tidak, realitas tersebut disebabkan guru kerap menggunakan metode pembelajaran konvensional, seperti metode ceramah, cerita, tanya jawab, maupun penugasan. Siswa didik hanya mendengarkan, mencatat dengan teliti dan menghafalkannya. Padahal, seharusnya peserta didik aktif belajar sehingga memiliki kemampuan mengembangkan minat dan kreativitasnya serta dapat memahami pelajaran dan lebih trampil menyelesaikan permasalahan hidup lewat ajaran Islam.

Sedangkan berdasarkan Kurikulum 2013 secara umum, yakni Kemampuan Dasar (KD) pada pembelajaran PAIBP tingkat SMA berbunyi bahwa peserta didik harus bisa menganalisis dan mengevaluasi. Untuk itu dalam setiap materi, peserta didik wajib memiliki kemampuan menganalisis dan mengevaluasi tentang permasalahan agama dengan baik dan benar. Dengan harapan, menjadikan peserta didik semakin baik dalam mengimani, memahami, menjiwai, serta mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Sebenarnya banyak sekali model, strategi, dan media pembelajaran lain yang dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Namun, proses pembelajaran di sekolah merupakan aktivitas mengajar dan belajar yang di dalamnya terdapat dua subjek yaitu guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik. Untuk itu, tugas dan tanggung jawab utama dari seorang guru adalah menciptakan pembelajaran yang efektif, efisien, kreatif, dinamis, dan menyenangkan. Maka pemanfaatan media audiovisual merupakan salah satu media pendidikan yang bisa digunakan. Media audiovisual sebagai media pembelajaran PAIBP yang efektif karena efisien dan bernilai tinggi. Disamping perlu pemanfaatan media- media pendidikan, model-model pembelajaran yang lain.

Media audiovisual merupakan jenis media yang tak hanya mengandung unsur suara, tapi juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat. Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, sebab mengandung dua unsur gambar dan suara. Apalagi sekarang melalui Youtube, Google, maupun yang lain, tlah memanjakan pengguna internet untuk bisa mengakses apa saja yang dikehendaki konsumen. Sehingga akan mudah dilakukan browsing maupun download tayangan-tayangan yang terkait materi dengan tampilan-tampilan gambar maupun suara yang sangat menarik.

Tentu saja pemanfaatan media audiovisual yang digunakan dalam pembelajaran PAI BP, haruslah media yang tepat dan baik untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam PAIBP. Sehingga bisa dicapai keberhasilan dan tujuan pendidikan agama di sekolah. Berdasarkan data empiris dan hasil penelitian yang dilakukan penulis, dapat dibuktikan bahwa pemanfaatan media audiovisual dapat menjadikan pembelajaran PAIBP benar-benar asyik bagi siswa. Karena melalui pemanfaatan media audiovisual seorang guru PAIBP bisa kreatif dan optimal, dalam pembelajaran PAIBP yang lebih menarik dan disenangi peserta didik. Pada akhirnya akan lebih mudah mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran. (*/ida)

*) Guru PAIBP SMAN I Boja Kendal