TANGKAP IKAN : Salah satu siswa TK Semesta tampak antusias mengikuti outing class di Desa Wisata Kandri, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TANGKAP IKAN : Salah satu siswa TK Semesta tampak antusias mengikuti outing class di Desa Wisata Kandri, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –Puluhan siswa dari TK Sekolah Bilingual Semesta tampak antusias ketika turun langsung menanam padi dan panen ikan di Desa Wisata Kandri, Kamis (12/4). Walaupun antusias, tak jarang ada siswa yang menangis karena tangkapan ikannya lepas, bahkan terjebak di dalam lumpur ketika menanam padi.

Guru TK Sekolah Bilingual Semesta, Dzikrina mengatakan kegiatan outing class sengaja dilakukan setiap bulan. Tujuannya mengenalkan anak dengan lingkungan sekitar. Apalagi anak-anak sekolah tersebut notabene tinggal di tengah kota. “Lingkungan pedesaan menjadi tujuan kami, agar anak-anak kenal dengan alam. Sehingga tidak apatis dengan lingkungan sekitar,” katanya.

Kegiatan di Kandri diikuti 34 anak dari TK A dan TK B, dengan kegiatan alam khas pedesaan yakni keliling sawah, penen singkong, menangkap ikan hingga menanam padi. “Mayoritas anak sangat senang, sangat antusias. Ada beberapa yang menangis, namun mereka mau mencoba lagi,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu pengurus Desa Wisata Kandri, Baedi mengatakan paket wisata dolanan sawah memang menjadi salah satu andalan untuk menarik wisatawan asing maupun lokal. “Sasaran pasarnya wisatawan asing dan anak-anak sekolah,” tambahnya. (den/ric)