SGE Tingkatkan Daya Saing Pelaku UMKM

347
PRODUK UNGGULAN : Ketua Dekranasda Kota Semarang, Krisseptiana, bersama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Litani Setyawati, serta Asisten Bidang Administrasi dan Perekonomian, Ayu Entys, saat melihat produk UMKM dalam Semarang Gemerlap Expo 2018, di Java Mall. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sedikitnya 74 stand Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari seluruh indonesia ikut meramaikan gelaran Semarang Gemerlap Expo (SGE) 2018 yang resmi dibuka di Java Mall. Acara ini, akan berlangsung selama empat hari mulai dari Kamis (12/4) hingga Minggu (15/4) mendatang.

Event tersebut menjadi ajang pameran aneka produk unggulan UMKM se Indonesia. Berbagai macam produk mulai dari olahan makanan, kerajinan tangan atau kriya, fashion, aneka aksesoris hingga hasil pertanian dipamerkan dengan harga yang bersaing.

“Ini agenda ke tujuh, antusiasme masyarakat begitu besar. Peserta tiap tahun bertambah dan banyak daerah lain yang terpaksa tidak bisa ikut karena sudah penuh,” jelas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang Litani Satyawati, Kamis (12/4).

Selain membantu memasarkan produk UMKM, Semarang Gemerlap Expo 2018 menjadi ajang evaluasi khususnya bagi pelaku UMKM Kota Semarang supaya bisa bersaing dengan produk unggulan dari daerah lain.

“Dengan melihat produk daerah lain yang dipamerkan dalam ajang ini, teman-teman UMKM dapat belajar bagaimana pemasaran, pengepakan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang hingga saat ini mencatat sedikitnya telah ada 12.437 UMKM unggulan yang terdaftar. Litani menambahkan, produk unggulan paling banyak dari jenis makanan dan kerajinan tangan.

“Kami akan terus menggelar ajang semacam ini dan terus melakukan pembinaan kepada teman-teman UMKM Kota Semarang agar semakin baik lagi,” tuturnya.

Sementara, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam sambutan diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi dan Perekonomian Kota Semarang, Ayu Entys mengatakan, perkembangan ekonomi di Indonesia saat ini semakin baik. Salah satunya adalah dorongan dari sektor UMKM. Oleh karenanya, pemerintah harus memberikan perhatian serius dan terus dikembangkan.

“Ada empat hal yang penting untuk proses pengembangan sektor UMKM, pertama adalah pelaku UMKM itu sendiri atau kreator yang harus terus aktif dalam berkreasi dan berinovasi supaya menjadi produk unggulan,” katanya.

Kedua, adalah regulator. Menurutnya, pada poin inilah peran pemerintah dalam menerapkan kebijakan-kebijakan yang mendukung pengembangan UMKM. Ketiga, adanya investor atau pihak ketiga untuk penambahan modal dan pemasaran.

“Yang terakhir adalah fasilitator. Kita semua wajib menjadi fasilitator teman-teman UMKM agar memiliki daya saing yang bagus,” pungkasnya. (tsa/zal)