Refreshing Efektif dengan Menulis di Tengah Kesibukan Guru

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – PADA semester dua tahun pelajaran, beban pekerjaan guru semakin menumpuk. Banyak pekerjaan yang harus dipersiapkan dan diselesaikan menyangkut pekerjaan pribadi guru sebagai pegawai dan pendidik, tugas administrasi, dan agenda-agenda sekolah.

Hal ini terkadang menimbulkan kepenatan dan kejenuhan setelah jiwa raga tercurah pada pekerjaan. Oleh karena itu, diperlukan refreshing untuk merilekskan otak. Refreshing yang efektif di tengah kesibukan guru, di antaranya, dengan mengembangkan kemampuan menulis.

Menulis adalah salah satu media untuk menuangkan ide gagasan. Ketika rasa penat dan jenuh muncul, inilah saatnya untuk mengeluarkan ide dan gagasan melalui hobi menulis. Kesibukan sering dijadikan sebagai alasan untuk tidak menulis. Dengan kesibukan, kadang justru kita memiliki waktu yang sangat efektif, “good mood”, dan konsentrasi yang baik untuk menulis.

Banyak orang sibuk namun tetap menulis, bahkan mereka yang sibuk malah memunculkan tulisan-tulisan yang berkualitas, karena pemanfaatan waktu mereka yang juga berkualitas. Menulis adalah proses kreatif yang kadang tidak membutuhkan waktu khusus. Terkadang saat tidak memiliki banyak waktu senggang, namun memiliki mood yang baik, konsentrasi, dan fokus pada penuangan ide, akan dapat menciptakan sebuah karya tulisan yang baik pula.

Sebuah kebahagiaan tersendiri ketika tulisan bisa dibaca orang lain, apalagi oleh banyak orang: siswa, rekan guru, dan masyarakat secara umum. Harapannya, tentu tidak hanya untuk sekadar dibaca, tetapi juga bisa bermanfaat untuk orang lain.

Menulis bukan masalah waktu. Waktu yang berjalan 24/7 terasa cepat berlalu, dengan sarat akan pekerjaan. Di tengah kepadatan jadwal, guru harus pandai menjaga kesehatan, pola hidup, dan pola kerja agar pekerjaan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.

Salah satu alasan mengapa seorang guru bisa menulis adalah karena kepandaiannya memanfaatkan waktu. Pada kondisi ini, manajemen waktu sangat dibutuhkan. Terutama skala prioritas waktu dan pekerjaan. Di tengah saratnya pekerjaan, tetapi tetap bisa melakukan relaksasi dengan menulis sesuai ide kreatif yang muncul dalam pikiran untuk disampaikan sebagai gagasan.

Rasa lelah dan capai akan terbayar dengan tulisan yang telah dihasilkan dan dinikmati oleh orang lain.

Secara sederhana, kita harus memahami konsep 5 W + I H. What, where, why, who, when dan how menjadi konsep dasar awal untuk belajar memulai menulis. Sebagai penulis pemula, hal-hal yang sedehana yang biasa kita lakukan dapat dijadikan sebagai bahan tulisan.

Bahasa lisan yang sering kita gunakan sebagai bahasa tutur, kita coba rangkai dalam bahasa tulisan. Yang penting, menulis dan menulis, membaca dan membaca, kemudian barulah tulisan diedit sesuai dengan pesan, ide, gagasan yang hendak disampaikan. Sehingga dihasilkan suatu tulisan oleh guru diwaktu sibuknya sebagai sebuah bentuk refreshing.

Hal ini dapat dijadikan sebagai sebuah pengalaman yang sangat berharga disaat tulisan kita selesai tersusun, dan alhamdulillah jikalau akhirnya dapat penghargaan dengan diterbitkan oleh sebuah majalah/koran atau media massa lainnya.

Selamat menulis, selamat ber−refreshing dengan tulisan lepas Bapak-Ibu guru, supaya otak kita menjadi fresh dengan memanfaatkan waktu dengan baik dan berkualitas, selalu mensyukuri semua hal yang telah dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa, dan selalu belajar ikhlas dalam menjalani apa yang harus guru lakukan, baik dalam mendidik siswa, dalam pekerjaan sehingga terlahirlah guru guru yang punya karya. Dengan guru menulis melahirkan karya berupa tulisan, dan semoga memberikan kehidupan lebih bermakna di dunia pendidikan yang dapat diapresiasi oleh orang lain demi kemajuan pendidikan kita. (*/isk)

SMK Negeri 1 Salam, Kabupaten Magelang

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -