PKL Taat Aturan Dapat Penghargaan

384
APRESIASI: Bupati Demak HM Natsir menyerahkan penghargaan kepada PKL yang taat aturan dan bisa menjadi contoh bagi PKL lainnya di Alun Alun Kota Demak. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
APRESIASI: Bupati Demak HM Natsir menyerahkan penghargaan kepada PKL yang taat aturan dan bisa menjadi contoh bagi PKL lainnya di Alun Alun Kota Demak. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Penataan pedagang kaki lima (PKL) akan terus dilakukan oleh Pemkab Demak. Ini dalam rangka memoles wajah kota yang indah, nyaman dan aman, termasuk dalam menyambut Adipura. Selain lingkungan bersih, penataan PKL tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, utamanya PKL itu sendiri.

Pemindahan PKL dari jalan lambat Sultan Fatah ke Stadion Pancasila akan diikuti dengan berbagai macam kegiatan sehingga dapat mendorong meningkatnya pendapatan para PKL tersebut. Dengan adanya kegiatan atau event-event yang menarik, maka masyarakat yang berkunjung ke Stadion akan lebih meningkat. Otomatis kegiatan transaksi jual beli dikawasan yang ditempati PKL tersebut juga makin ramai.

Yang menarik, Pemkab Demak melalui Satpol PP telah memiliki program kreatif. Yaitu, berupa duta PKL. Setidaknya, ada satu orang PKL yang sementara ini dipilih dan dilakukan pembinaan. PKL ini nantinya akan menjadi role model yang bisa menjadi contoh bagi PKL lainnya.

Kepala Satpol PP Pemkab Demak, Bambang Saptoro mengatakan, satu orang PKL telah diberikan bantuan modal usaha sebesar Rp 2 juta. Penghargaan berupa bantuan pembinaan itu diberikan langsung oleh Bupati Demak HM Natsir disela peringatan HUT Kabupaten Demak ke-515 28 Maret 2018 lalu.

PKL tersebut dipilih karena tertib dalam berjualan. Selain itu,  dapat menjaga lingkungan tempat jualan sehingga selalu dalam kondisi bersih dan nyaman. “Nah, PKL yang kita pilih ini kami minta agar memberikan informasi kepada PKL lainnya  supaya selalu mentaati aturan yang ada, termasuk terkait dengan aturan Perda Nomor 17 Tahun 1991 tentang kebersihan, keindahan dan ketertiban (K3),” katanya.

Menurut Bambang, duta PKL ini juga telah memberikan contoh yang baik lainnya. Yakni, tidak melanggar aturan dan selalu memberikan kenyamanan bagi pembeli. “Dengan demikian, penjual nyaman, pembeli juga aman,” katanya.

Bambang menambahkan, terkait penataan PKL ini, Satpol PP sebetulnya lebih fokus pada penegakan Perda yang ada. Misalnya, PKL yang menempati lahan yang dilarang tidak boleh digunakan untuk berjualan.  Sedangkan, pembinaan PKL dan penataan PKL dilokasi yang disediakan menjadi kewenangan instansi terkait, baik Dinas Perdagangan, UKM dan Koperasi maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

“Dengan dimasukkannya PKL ke kawasan Stadion diharapkan akan ada pusat kegiatan kuliner. Karena itu, PKL tidak hanya fokus berada disebelah timur saja, namun juga berada disebelah barat stadion,” ujarnya.

Menurutnya, dalam penataan PKL ini, pada hakekatnya Pemkab Demak tidak akan menyengsarakan PKL. Namun, bagaimana PKL ini justru bisa lebih sejahtera berjualan ditempat yang telah disediakan. “PKL yang kreatif dan tidak melanggar aturan tentu menjadi harapan kita semua dalam rangka penataan ini,” kata Bambang.

Kepala Dinas Perdagangan, Siti Zuarin mengungkapkan, hingga kini PKL yang sudah masuk ke halaman Stadion Pancasila tercatat sudah mencapai 37 PKL. “Tentu, penataan ini dilakukan secara bertahap. Kita berharap, kedepannya pendapatan PKL lebih meningkat dan makin sejahtera,” jelasnya. (hib/bas)