Kontribusi Ekraf Capai Rp 1.000 Triliun

315

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa di tahun 2016, kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap pendapatan domestik bruto  (PDB) nasional mencapai Rp 922 triliun. Di tahun 2017 lalu kontribusinya diperkirakan bisa mencapai Rp 1.000 triliun.

“Angka yang cukup signifikan dari sebuah sektor ekonomi untuk ekonomi nasional,” ujarnya Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, disela Business Matching di Hotel Grand Arkenso Parkview, baru-baru ini.

Dari total Rp 1.000 triliun tersebut, sebanyak 41,6 persen disumbang oleh subsektor kuliner, berikutnya fashion sebanyak 18 persen dan kriya 16 persen. Total ketiga subsektor unggulan ini berkontribusi hampi 75 persen dari keseluruhan PDB ekraf.

Keunggulan tiga subsektor tersebut menurutnya memang tidak bisa dipungkiri, mengingat Indonesia memiliki potensi yang cukup besar pada ketiganya. Mulai dari kuliner yang cukup beragam dari Sabang sampai Merauke. Sebut saja soto, Indonesia memiliki 52 jenis kuliner ini, adapula kopi dengan berbagai jenis serta metode penyeduhan, dan kuliner-kuliner khas Indonesia lainnya.

“Begitu juga dengan fashion, sejauh ini kita mengenal K-Style untuk gaya anak muda Korea atau J-Style untuk cara berpakaian anak muda Jepang. Namun ternyata di beberapa kota di Timur Tengah dikenal juga Jakarta Style untuk cara berpakaian muslimah Indonesia, belum lagi ditambah keragaman jenis kain kita,” ujarnya.

Selain tiga subsektor unggulan tersebut, lanjutnya, ada pula tiga subsektor prioritas yang juga terus didorong maju. Yaitu subsektor film termasuk video, berikutnya aplikasi digital dan game serta ketiga sektor IT.

“Salah satu upaya kami untuk mendorong berbagai sub sektor ekonomi kreatif ini dengan mempertemukan para pelakunya dengan perbankan, khususnya untuk saling berbagi informasi mengenai dana pinjaman untuk permodalan maupun perluasan usaha,” ujarnya. (dna/zal)