Kompetensi Jadi Panglima Masa Depan

218
LULUS : Dekan FH Unissula Prof Dr Gunarto SH SE MH menyerahkan sertifikat kepada lulusan Sekolah Jurnalistik PWI Jateng. (ISTIMEWA)
LULUS : Dekan FH Unissula Prof Dr Gunarto SH SE MH menyerahkan sertifikat kepada lulusan Sekolah Jurnalistik PWI Jateng. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Kompetensi menjadi panglima dalam menentukan masa depan bagi lulusan perguruan tinggi. Karena itu, yang memiliki sertifikat kompetensi memiliki peluang besar dalam dunia kerja sehingga memiliki jalan yang lebar dalam meniti masa depan.

“Karena itulah, kerjasama sekolah jurnalististik antara Fakultas Hukum Unissula dengan PWI Semarang memiliki nilai strategis bagi lulusan Fakultas Hukum,” kata Ketua PWI Jateng Amir Mahmud di hadapan 200 mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unissula yang lulus mengikuti Sekolah Jurnalistik PWI Jateng, di Kampus Kaligawe Semarang, kemarin. Pelepasan lulusan Sekolah Jurnalistik PWI Jateng Angkatan V Paket 6 Pekan tahun 2018 disaksikan Dekan FH Unissula Semarang, Prof Gunarto di Aula Fakultas Hukum.

Sementara Dekan FH Unissula, Prof Gunarto mengungkapkan syarat wisuda sarjana bagi lulusan FH Unissula harus memiliki ijazah atau sertifikasi. Karena itu, Fakultas Hukum menjalin kerjasama dengan Sekolah Jurnalistik PWI Jateng menyelenggarakan pendidikan jurnalistik bagi mahasiswanya yang hendak wisuda. “Kerjasama ini penting agar para lulusan FH Unissula memiliki kemampuan dasar menulis atau jurnalistik. Pasalnya, hasil lokakarya yang kami gelar menyimpulkan, lemahnya lulusan fakultas hukum di dunia kerja karena lemahnya kemampuan menulis ide dan gagasan. Padahal ini dibutuhkan dalam dunia kerja, baik sebagai notaris, advokat maupun profesi lainnya,” ujar Prof Gunarto.

Hingga angkatan kelima ini, Sekolah Jurnalistik PWI Jateng telah meluluskan sekitar 1000 siswa dari mahasiswa FH Unissula sejak Angkatan I. Sedangkan 10 lulusan terbaik antara lain Qonita Umi Zahro, Novi Puspitasari, Salwa Salsabila, Nur Fatikatur Rofiah, Shaula Alrica, Tahnia Widianingrum, Duta Diaristi P, Alissa Tifa Riwanti, Dwiky Aulia Bramanto dan Ulifiyatusiwa. (ida)