33 C
Semarang
Jumat, 25 September 2020

Jaksa se-ASEAN Perkuat Lawan Teroris

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Menyamakan persepsi antara penegak hukum, terkait penggunaan alat bukti elektronik, Kejaksaan se-ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) selenggarakan event bersama berkonsep workshop mengenai Using Electronic Evidence in Terrorism and Transnational Crime Cases di Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC). Event tersebut diikuti 10 perwakilan negara ASEAN.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng, Sadiman melalui wakilnya, Priyanto, mengatakan, workshop tersebut merupakan tindak lanjut dari adanya MoU antara Kejaksaan Agung dan Australian Attorney General Department yang sudah ditandatangani pada bulan Februari 2017 lalu.

Ia berharap, workshop tersebut menjadi wadah bagi penegak hukum di negara-negara ASEAN untuk berbagi pengalaman. Kemudian bisa saling memberikan rekomendasi strategi dalam penggunaan alat bukti elektronik pada perkara terorisme.

“Kami sangat serius memandang penggunaan alat bukti elektronik ini. Workshop tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi antara penegak hukum, khususnya kaksa dalam menggunakan alat bukti elektronik dan bagaimana bekerja sama antar kejaksaan di ASEAN,” kata Priyanto kepada awak media yang tergabung dalam Forum Jurnalis Kejati (FJKT) Jateng, Kamis (12/4)

Menurutnya, alat bukti elektronik sangat berperan dalam penyelidikan kasus terorisme.  Alasannya, karena para pelaku terorisme secara fasih menggunakan media elektronik untuk berkomunikasi. Ia menyebutkan,  para pelaku terorisme mengetahui bahwa penggunaan media elektronik menjadi lebih susah untuk ditelusuri,  berbeda dengan penggunaan handphone.

“Mereka menggunakan email atau grup chatting untuk berkomunikasi. Serta melakukan propaganda melalui bulletin board atau mailing list,”sebutnya.

Terpisah, Kordinator Komunitas Peduli Hukum (KPH) Semarang, Mardha Ferry Yanwar mengatakan, teroris merupakan masalah bersama seluruh negara,  sehingga antar penegak hukum perlu saling berkordinasi dan tukar pengalaman, apalagi di era modern saat ini dunia elektronik semakin berkembang. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pendidikan Semi Militer Latih Kedisiplinan

MAGELANG – Untuk meningkatkan kualitas peserta didik, SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang menyelenggarakan kegiatan diklat pendidikan karakter dan kedisiplinan. Kegiatan dilaksanakan Kamis- Sabtu (9-11/11)...

Kelulusan Ditentukan Sekolah

DEMAK - Ujian nasional (unas) sekolah dasar diawasi ketat oleh para guru dengan sistem silang. Mereka berasal dari guru SD dan MI. Kepala Dinas Pendidikan...

Waspadai Isu SARA

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Tengah mengimbau kepada  masyarakat, terutama umat Islam untuk mewaspadai kampanye yang menjual isu SARA (suku,...

Resahkan Pedagang, Puluhan Anak Punk Diamankan

KAJEN-Puluhan anak punk di Taman Kota Bebekan Kelurahan Kedungwuni Timur, Kabupaten Pekalongan, Senin (30/1) kemarin, diamankan petugas gabungan, Polsek Kedungwuni dan Satuan Pamong Praja...

Sun Life Kampanyekan Kesadaran Cegah Diabetes

PERUSAHAAN asuransi Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) ikut mengampanyekan pencegahan penyakit diabetes dengan berpartisipasi dalam Diabetes Walk 2017 di perlintasan Car Free Day...

Jajanan Berformalin Masih Beredar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Dinas Kesehatan Kota Magelang memeriksa kualitas berbagai jajanan yang dijual di sekolah-sekolah. Gerobak jajanan keliling yang telah lolos uji bahan berbahaya...