DORONG MINAT BACA : Pustakawan Ahli Utama, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng, S.P. Andriani meninjau tes menulis peserta Lomba Penulisan Artikel Populer Siswa SLTA se-Jateng. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)
DORONG MINAT BACA : Pustakawan Ahli Utama, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng, S.P. Andriani meninjau tes menulis peserta Lomba Penulisan Artikel Populer Siswa SLTA se-Jateng. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Peran guru dan dosen cukup krusial dalam meningkatkan minat baca. Para pendidik diharapkan aktif memberi tugas siswa menulis artikel dengan referensi dari membaca sejumlah buku.

“Kami senang jika ada guru atau dosen yang mendorong anak didiknya membaca buku di perpustakaan,” kata Pustakawan Ahli Utama, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng, S.P. Andriani disela Lomba Penulisan Artikel Populer Siswa SLTA se-Jateng di kantor dinas setempat, Rabu (11/4).

Menurutnya, cara tersebut akan “memaksa” siswa maupun mahasiswa untuk membaca buku. Meski mereka bisa mencari referensi dari internet, Andriani menilai referensi keilmuan dari buku lebih lengkap. Dikatakannya, hal tersebut perlu menjadi perhatian karena minat baca di Indonesia cukup rendah. Banyak referensi menyebutkan minat baca di negeri ini tertinggal 45 tahun. “Ada berbagai sebab rendahnya minat baca, diantaranya justru perkembangan teknologi informasi,” tandasnya.

Kasi Pemberdayaan Kegemaran Membaca, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng, Puji Hastuti mengatakan lomba penulisan artikel populer tersebut diikuti 114 peserta. Setelah dinilai, tim juri memilih 12 peserta yang tampil ke babak final.

Selanjutnya para finalis mengikuti tes menulis dan presentasi karya serta akan dipilih 6 pemenang. “Pesertanya merata, dari 35 kabupaten/ kota se-Jateng. ‘Lomba artikel ini tujuannya mendorong minat baca siswa SLTA,” ungkapnya.  Dia menjelaskan, presentasi dilakukan dalam waktu 30 menit. Sesi ini penting untuk mengetahui orisinalitas tulisan peserta lomba. (ric)