33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Warga Karangsari Diberi Pendidikan Politik

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Warga Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah kemarin mendapatkan pendidikan politik oleh KPUD setempat. Diskusi politik yang berlangsung di teras komunitas rumah kita (Koruki) tersebut menjadi ajang belajar bersama terkait demokrasi dan politik lokal, termasuk bagaimana menjadikan warga ini sebagai pemilih yang cerdas.

Anggota komisioner KPUD Demak, Hastin Atas Asih mengatakan, menjadi pemilih cerdas sangat diperlukan dalam berbagai hajatan demokrasi, diantaranya dalam pesta pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng 27 Juni mendatang.

“Kita berharap, kalau pemilihnya cerdas tentu tidak akan mudah tergoda oleh iming iming yang menggiring mereka untuk memilih calon tertentu. Ibaratnya, memilih kucing dalam karung,” kata Hastin yang membidangi Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat ini.

Dia menuturkan, pemilih cerdas hendaknya berani menolak segala bentuk politik uang. “Sekarang ini ada istilah sodaqoh politik terkait pemberian uang untuk memilih calon,” katanya.

Menurutnya, iming-iming  politik uang dengan besaran Rp 10 ribu tentu tidak sebanding dengan suara yang berikan untuk calon. Sebab, yang sebesar itu akan habis hanya untuk beli krupuk. “Disinilah pentingnya memilih pemimpin yang tanpa diembel embeli uang,” ujarnya.

KPUD pun mengajak para pemilih agar menggunakan hak pilihnya dengan rasional. Sebab, dalam pengalaman beberapa kali pilgub, partisipasi masyarakat selalu dibawah 50 persen. Menurutnya, dalam pilgub kali ini KPUD sudah 80 persen malakukan sosialisasi dimasyarakat.

Direktur Koruki, Kusfitriya Martyasih mengatakan, ibu ibu warga desa harus melek politik dan lebih aktif dalam pesta demokrasi. Karena itu, mereka juga harus membekali diri supaya kenal lebih dekat para calon.

“Emak-emak biasanya nyoblos yang ganteng atau ada uangnya. Jangan mater, asal main coblos aja. Dengan adanya sosialisasi ini mudah mudahan pemilih tidak tergiur karena uangnya,” ujar dia. (hib/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Semarang Macet 37 Jam Setahun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kota Semarang masuk ke dalam daftar 100 besar kota termacet di dunia. Kota Atlas ini menempati urutan ke sembilan termacet di...

Ciptakan Robot Tari, Dikendalikan Lewat Bluetooth

Lima belas mahasiswa Fakultas Teknik Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) membentuk Komunitas Robotika untuk mengembangkan inovasi teknologi masa kini. Komunitas ini terbentuk atas inisiatif mahasiswa...

Kokola Kuasai Pasar Biskuit Pantura

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Biskuit Kokola menguasai pasar biskuit di wilayah Pantura Jawa Tengah. Mudahnya masyarakat menerima produk Kokola—selain karena harganya murah—juga rasanya yang pas di lidah. “Harganya...

Ratusan Dokter Ditempatkan di Jateng Dalam Program PIDI

RADARSEMARANG.COM, Semarang-Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, kembali mengadakan pembekalan kepada para lulusan dokter, yang ikut dalam program Program Internsip Dokter...

Ajak Perempuan Berantas Korupsi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Perempuan menjadi tulang punggung bangsa dalam upaya pemberantasan korupsi. Pemahaman tersebut harus dipegang teguh perempuan dimanapun. Sudah rahasia umum bahwa korupsi...

Jangan Sampai Ada Pemilih Ganda

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang, Sabtu (20/1) lalu, mulai melakukan proses pencocokan dan penelitian (coklit) daftar calon pemilih pilkada serentak...