Ujaran Kebencian Mengancam Keutuhan Bangsa

278
PAPARAN: Kabagops Kompol Sutomo memberikan paparan bahaya hoax dalam diskusi anti hoax diruang Bina Praja yang digelar Kantor Kesbangpolinmas, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAPARAN: Kabagops Kompol Sutomo memberikan paparan bahaya hoax dalam diskusi anti hoax diruang Bina Praja yang digelar Kantor Kesbangpolinmas, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Ujaran kebencian yang dibungkus dalam berita bohong atau hoax berpotensi mengancam keutuhan bangsa. Karena itu, warga haruslah lebih berhati hati dalam mensikapi masalah hoax tersebut.

Ketua PC Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Demak, KH Aminudin menyampaikan, hoax berbeda dengan rumor. Sebab, hoax ada unsur kesengajaan berbohong dalam menyajikan sebuah berita dengan tujuan tertentu yang terdapat unsur kejahatan.

Dengan demikian, berita tersebut dinilai sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Dampak negatif fitnah sangat luas dan bertahan sangat lama dalam tatanan kehidupan masyarakat,” katanya disela diskusi peningkatan wawasan kebangsaan diruang Bina Praja, kemarin, Rabu (11/4).

Karena itu, kata KH Aminudin, agar kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan harmonis, guyub dan rukun, maka harus dapat mengamalkan nilai nilai agama dengan baik serta disertai dengan penegakan hukum yang adil.

Kabagops Kompol Sutomo juga mengingatkan bahwa, berita bohong atau hoax yang mudah disebar dimedia sosial harus menjadi perhatian semua pihak. “Kita lakukan patrol cyber setiap hari. Meski demikian, kita juga berharap masyarakat dapat menjaga diri agar tidak ikut larut menyebarkan berita hoax. Apalagi, dengan sengaja menyebar ujaran kebencian. Selain diancam hukuman pidana, juga berpotensi memecah belah bangsa. Kalau ditemukan ujaran kebencian ini, kita tindak tegas,” katanya.

Asisten 1 Setda Pemkab Demak, AN Wahyudi mengungkapkan, agar tokoh dan kaum muda dapat berpikir positif dan cerdas. Dengan demikian, mereka mampu melawan berita hoax dimedia sosial yang bernada negative serta membayakan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Tolong jaga kondusifitas wilayah,” katanya. (hib/bas)