SIDAK: Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widyas, saat sidak untuk antisipasi peredaran uang palsu di Pasar Langgar. (M HARYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK: Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widyas, saat sidak untuk antisipasi peredaran uang palsu di Pasar Langgar. (M HARYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Peredaran uang palsu (upal) kembali marak, terutama di pasar tradisional. Terakhir, ditemukan upal di Pasar Langgar, Semarang Timur. Upal pecahan Rp 100 ribu itu diedarkan oleh seorang perempuan tak dikenal.

“Wanita itu usianya sekitar 40 tahun. Dia biasanya datang pagi-pagi setelah toko buka,” ungkap Astri, pedagang sembako di Pasar Langgar yang sempat menemukan upal.

Astri mengaku mendapat uang palsu bukan kali pertama dalam waktu dekat ini. “Pernah dua kali dapat (uang palsu pecahan Rp 100 ribu), terakhir kemarin. Curiga dengan uang itu, saya langsung kembalikan kepada pembeli (wanita) yang menggunakan uang itu,” bebernya.

Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widyas, begitu mendapat laporan langsung melakukan pemeriksaan mendadak (sidak) bersama anggotanya. Kegiatan tersebut sebagai antisipasi adanya peredaran upal yang berada di wilayah hukumnya.

“Kepada para pedagang atau masyarakat, kalau ada yang menemukan upal untuk segera melaporkan kepada kami. Nanti akan kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Diakui, menjelang Ramadan, biasanya marak peredaran upal dengan sasaran pedagang di pasar tradisional.  “Kami harap, para pedagang lebih teliti saat menerima uang dari pembeli,” pesannya. (mha/aro)