33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

TCASH Permudah Transaksi BRT Semarang

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–TCASH memperkenalkan metode pembelian tiket Bus Rapid Trans (BRT) Semarang dengan QR Code. Metode tersebut mempermudah pelanggan bertransaksi non-tunai.

CEO TCASH, Danu Wicaksana mengatakan bahwa pelanggan berkesempatan mendapatkan cashback 50 persen untuk pembelian tiket dengan metode tersebut hingga 31 Desember 2018. “Ada tambahan keuntungan bagi pelanggan. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan adopsi penggunaan transaksi non-tunai untuk transportasi di Semarang,” katanya.

Dijelaskan Danu bahwa teknologi QR Code telah mendapatkan izin resmi dari Bank Indonesia (BI), baik untuk pengembangan dan penggunaannya dalam bertransaksi. “TCASH kini menjadi salah satu perusahaan terdepan untuk penggunaan QR Code di moda transportasi bus melalui kerjasamanya dengan BRT Semarang,” jelasnya.

Sedangkan untuk membeli tiket menggunakan QR Code TCASH, katanya, pelanggan cukup mengunjungi halte BRT Semarang terdekat sesuai dengan tujuan pelanggan. Kemudian, pelanggan dapat membuka aplikasi TCASH Wallet, memilih menu “TOKEN”, memasukkan PIN, dan menunjukkan QR Code kepada petugas di halte maupun dalam bis untuk dipindai. Tiket akan secara otomatis terbeli setelah proses Scan QR Code terjadi. Pelanggan akan mendapat notifikasi saat pembayaran sukses dilakukan. Tarif tiket BRT Semarang yang saat ini masih berlaku adalah Rp 3.500 untuk masyarakat umum dan Rp 1.000 untuk pelajar.

Sejak tahun lalu, imbuhnya, TCASH telah secara konsisten mendukung BRT Semarang menghadirkan metode transaksi non-tunai, dimulai dengan TCASH Tap, hingga kini dikembangkan menggunakan QR Code. Selain BRT Semarang, TCASH juga dapat digunakan dalam moda transportasi publik lainnya, seperti kereta bandara Railink di Soekarno-Hatta, Cengkareng dan Kualanamu, Medan. “Ini bagian komitmen TCASH dalam mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai yang diusung pemerintah, guna mempercepat terciptanya less-cash society,” jelasnya.

Hingga kini, timpal Danu, TCASH telah melayani lebih dari 20 juta pelanggan di 34 provinsi, melalui dua segmentasi utama yaitu lifestyle dan mikro. Jawa Tengah sendiri telah menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pelanggan TCASH yang tinggi mencapai 1,5 juta pelanggan, dimana Semarang menjadi salah satu penyumbang terbesarnya. (ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Motor Kena Aturan Nopol Ganjil Genap?

JawaPos.com – Hati-hati jika Anda menerima informasi yang tidak disertai sumber tepercaya. Bisa jadi info itu memang dibuat untuk bikin kegaduhan. Contohnya kabar pemberlakuan...

Lebih Simpel, Canangkan Kalisegoro Sejuta Anggrek

RADARSEMARANG.COM - Ibu-ibu RW 4 Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang mencoba melalukan budidaya anggrek dengan cara kultur jaringan. Mereka  didampingi tim dari Lembaga Penelitian dan...

Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Pedesaan Terus Digenjot

UNGARAN–Pertumbuhan ekonomi kreatif di pedesaan terus digenjot Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Sebagai upaya memperkenalkan potensi unggulan yang ada di desa. Hal tersebut...

OJK Mendorong Sinergi Perbankan 

“Sejumlah perbankan tradisional mengutamakan kehati-hatian dan keamanan. Sehingga ada sebagian pelaku UMKM yang tidak bankable sulit mendapatkan pinjaman. Melalui fintech diharapkan usaha-usaha yang potensial...

Bagikan Susu ke Pasien Anak

SALATIGA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Salatiga membagikan paket susu kepada pasien anak. Secara simbolis Direktur RSUD dr Agus Sunaryo menyerahkan kepada...

Hamil, Minta Dispensasi Nikah

BREBES - Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Brebes terus menerima permohonan dispensasi pernikahan yang diajukan oleh pasangan di bawah umur. Selain karena faktor kultur masyarakat,...