TCASH Permudah Transaksi BRT Semarang

962
BRT PAKAI TCASH : Beberapa pelajar dari SMP N 10 Semarang membayar tiket BRT Semarang dengan TCASH. (ISTIMEWA)
BRT PAKAI TCASH : Beberapa pelajar dari SMP N 10 Semarang membayar tiket BRT Semarang dengan TCASH. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–TCASH memperkenalkan metode pembelian tiket Bus Rapid Trans (BRT) Semarang dengan QR Code. Metode tersebut mempermudah pelanggan bertransaksi non-tunai.

CEO TCASH, Danu Wicaksana mengatakan bahwa pelanggan berkesempatan mendapatkan cashback 50 persen untuk pembelian tiket dengan metode tersebut hingga 31 Desember 2018. “Ada tambahan keuntungan bagi pelanggan. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan adopsi penggunaan transaksi non-tunai untuk transportasi di Semarang,” katanya.

Dijelaskan Danu bahwa teknologi QR Code telah mendapatkan izin resmi dari Bank Indonesia (BI), baik untuk pengembangan dan penggunaannya dalam bertransaksi. “TCASH kini menjadi salah satu perusahaan terdepan untuk penggunaan QR Code di moda transportasi bus melalui kerjasamanya dengan BRT Semarang,” jelasnya.

Sedangkan untuk membeli tiket menggunakan QR Code TCASH, katanya, pelanggan cukup mengunjungi halte BRT Semarang terdekat sesuai dengan tujuan pelanggan. Kemudian, pelanggan dapat membuka aplikasi TCASH Wallet, memilih menu “TOKEN”, memasukkan PIN, dan menunjukkan QR Code kepada petugas di halte maupun dalam bis untuk dipindai. Tiket akan secara otomatis terbeli setelah proses Scan QR Code terjadi. Pelanggan akan mendapat notifikasi saat pembayaran sukses dilakukan. Tarif tiket BRT Semarang yang saat ini masih berlaku adalah Rp 3.500 untuk masyarakat umum dan Rp 1.000 untuk pelajar.

Sejak tahun lalu, imbuhnya, TCASH telah secara konsisten mendukung BRT Semarang menghadirkan metode transaksi non-tunai, dimulai dengan TCASH Tap, hingga kini dikembangkan menggunakan QR Code. Selain BRT Semarang, TCASH juga dapat digunakan dalam moda transportasi publik lainnya, seperti kereta bandara Railink di Soekarno-Hatta, Cengkareng dan Kualanamu, Medan. “Ini bagian komitmen TCASH dalam mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai yang diusung pemerintah, guna mempercepat terciptanya less-cash society,” jelasnya.

Hingga kini, timpal Danu, TCASH telah melayani lebih dari 20 juta pelanggan di 34 provinsi, melalui dua segmentasi utama yaitu lifestyle dan mikro. Jawa Tengah sendiri telah menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pelanggan TCASH yang tinggi mencapai 1,5 juta pelanggan, dimana Semarang menjadi salah satu penyumbang terbesarnya. (ida)