33 C
Semarang
Jumat, 25 September 2020

Pedagang Keluhkan Tempat Relokasi MAJT Belum Siap

Hari Ini Listrik Pasar Yaik Baru Diputus

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Raut wajah, Sudarmin, 50, tampak lelah. Ia tahu persis, Rabu (11/4) kemarin, menjadi hari terakhir ia berjualan di Pasar Yaik Baru. Sebab, Kamis (12/5) hari ini, adalah batas akhir pedagang Pasar Yaik Baru harus mengosongkan semua lapak, toko, maupun kios. “Ini hari terakhir, besok (hari ini) semua listrik dimatikan, diputus. Hari ini sebagian sudah dimatikan,” kata Sudarmin, pedagang es campur di Pasar Yaik Baru.

Dikatakannya, para pedagang dulu sempat menolak direlokasi kalau tidak dipenuhi sejumlah tuntutannya. Namun sekarang ini mau tidak mau harus pindah. “Ya, harus bagaimana lagi, semua harus pindah ke MAJT (Masjid Agung Jawa Tengah),” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sejumlah tuntutan pedagang di antaranya dibukanya akses Jalan Jolotundo dan kondisi jalan menuju lokasi pasar diperbaiki, kata dia, belum sepenuhnya ditepati oleh pemkot.  “Jalan masuk belum diperbaiki, tempat relokasi di MAJT hingga saat ini belum memadahi. Bilangnya nanti, nanti, lha terus sampai kapan? Seharusnya kalau janji ya ditepati, dibuktikan dulu, maka pedagang tidak ada masalah,” katanya.

Meskipun pedagang sudah menerima untuk dipindah, tetapi tempat relokasi MAJT masih banyak kendala. “Jaringan listrik di kios dan lapak belum ada, penerangan jalan belum ada, akses jalan tembus Jolotundo juga belum selesai. Termasuk angkutan belum ada. Hal yang sangat penting, kebutuhan air juga belum ada. Ini nanti bagaimana kalau sumur saja tidak ada. WC sudah ada, tapi belum ada airnya,” keluhnya.

Selain itu, proses pindah dari Pasar Yaik Baru ke tempat relokasi MAJT telah dihitung membutuhkan sedikitnya biaya Rp 6,2 juta untuk biaya penyekatan dan pemasangan rolling door. “Rolling door dari sini dilepas dan dibawa untuk dipasang di sana. Ukuran di sana 2×3 meter persegi dalam kondisi blong-blongan,” katanya.

Dengan masih banyaknya fasilitas yang belum siap tersebut, ia memperkirakan membutuhkan waktu cukup lama untuk melengkapinya. “Lebih dari sebulan itu. Otomatis, selama satu bulan tidak bisa berjualan. Tapi saya berharap pemerintah segera melengkapi fasilitas penting di sana agar para pedagang bisa segera berjualan,” harapnya.

Ketua Kelompok Pedagang Sabar Menanti Pasar Yaik Baru, Robert, mengaku  tidak ingin lama-lama berjualan di tempat relokasi MAJT. Karena itu, ia meminta agar pemerintah segera membangun Pasar Yaik Baru setelah mereka pindah. ”Jangan sampai seperti pembangunan di Kanjengan dan Cagar Budaya Pasar Johar yang aktivitasnya terhenti. Kami tidak ingin lama-lama di tempat relokasi,” ujar Robert.

Ia juga meminta agar akses pasar relokasi MAJT diperhatikan. Robert mendesak pemkot segera menyelesaikan jalan yang belum dipaving, termasuk talang bocor.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, menjelaskan, terdapat sekitar 700 pedagang yang akan pindah ke tempat relokasi MAJT tahap dua. Hingga saat ini, proses relokasi sudah mencapai 97 persen. ”Dari ketua paguyuban PPJP dan PPJ, mereka ingin Pasar Johar Baru terwujud. Sehingga saat ini mereka secara legawa mau direlokasi,” ujar Fajar.

Fajar menambahkan, pihaknya juga akan menertibkan PKL yang ada di depan Matahari Jalan KH Agus Salim. Hal ini dilakukan agar tidak muncul kecemburuan antar pedagang.  Dinas Perdagangan akan bertindak tegas. PKL yang tidak mau pindah, akan dicabut izinnya.  ”Semua yang ada di depan Matahari akan ditertibkan Minggu depan, Selasa atau Rabu,” tandasnya. (amu/sga/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Waspadai Cuaca Ekstrem Sepanjang April

KENDAL—Ancaman angin putting beliung masih menjadi ancaman warga Kendal sepanjang April ini. Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal mengimbau warga supaya waspada. Kepala BPBD Kendal,...

Bongkar Paksa, Pastikan BPN Tak Keluarkan Sertifikat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebuah bangunan yang masih berdiri di bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Jalan Unta Raya, dibongkar paksa oleh petugas gabungan dari Dinas...

Distributor Pupuk Ludes Terbakar

KENDAL—Sebuah toko distributor pupuk di Jalan Raya Kaliwungu Nomor 296, Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, ludes dilalap si jago merah, Sabtu (10/6). Tidak ada...

HIV/AIDS Tinggi, Raperda Dikebut

MAGELANG—Sebanyak 119 warga Magelang menderita HIV/AIDS. Catatan dari Dinas Kesehatan Kota Magelang mengungkap, tercatat 112 penderita HIV sejak 2004 silam. Jumlah ini terus bertambah...

16 % Lahan Belum Dibebaskan

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Persoalan pembebasan lahan masih menjadi PR besar bagi tim pelaksana pembangunan jalan Tol Semarang-Batang. Pasalnya, dari area Semarang, Kendal hingga Batang masih menyisakan...

Pantau Kesiapan Puskesmas Jadi BLUD

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Sekda kendal kembali melalukan inspeksi mendadak (sidak).  Kali ini ia menyasar puskesmas di Kendal. Sidaknya dilakukan untuk mengetahui kesiapan Puskesmas yang...