PASTIKAN AMAN : Kepala BKIPM Semarang Raden Gatot Perdana, saat melakukan sosialisasi di Pasar Bulu Semarang, kemarin. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PASTIKAN AMAN : Kepala BKIPM Semarang Raden Gatot Perdana, saat melakukan sosialisasi di Pasar Bulu Semarang, kemarin. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG— Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Semarang, tengah gencar melakukan uji ikan asin maupun basah layak konsumsi. Setelah melakukan sidak di pasar modern, Rabu (11/4), BKIPM menggelar sidak di Pasar Bulu.

Dalam sidak petugas melakukan uji layak konsumsi pada ikan asin maupun ikan basah. Petugas juga menyosialisasikan ikan yang layak konsumsi kepada pedagang.

“Dengan begitu maka masyarakat bisa langsung mengetahui apakah ikan itu membahayakan atau tidak,” kata Kepala BKIPM Semarang, Raden Gatot Perdana, disela sidak, kemarin.

Gatot menambahkan, pihaknya ingin memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat, tentang manfaat mengonsumsi ikan yang sehat.

Menurutnya, masih banyak masyarakat merasa takut dan khawatir jika ikan yang dijual di pasar mengandung bahan yang membahayakan. Salah satunya yang digunakan adalah pengawet atau formalin.

“Agar ikan awet, tidak perlu menggunakan formalin. Cukup dengan memberikan es batu atau dimasukkan ke dalam freezer,” ungkapnya.

Gatot menjelaskan, tingkat konsumsi ikan masyarakat Jateng tak lebih dari angka 24 kilogram per kapita per tahun. Padahal, target nasional adalah 43 kilogram per kapita per tahun.

Oleh karena itu, agar masyarakat kembali gemar mengonsumsi ikan, pihaknya terus melakukan edukasi dan pendekatan.

“Kami melihat dari hasil pengujian yang dilakukan di Pasar Bulu, ikan-ikan yang dijual dalam kondisi baik dan terjamin mutunya. Di samping itu, bebas dari bahan berbahaya seperti formalin,” kata Gatot.

Gatot menambahkan, dengan pengujian ikan langsung di hadapan pedagang dan pembeli akan memberikan pemahaman tentang rasa aman dalam mengonsumsi ikan.

“Ikan memiliki kandungan gizi yang sangat baik dan tinggi untuk kesehatan. Bagi anak berguna untuk pertumbuhan dan kecerdasan otak,” pungkasnya. (hid/zal)