KEJI: Bapak-anak pelaku pembunuhan Nanda akhirnya menyerahkan diri setelah selama sepekan lebih melarikan diri. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEJI: Bapak-anak pelaku pembunuhan Nanda akhirnya menyerahkan diri setelah selama sepekan lebih melarikan diri. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Bapak dan anak, Trimo alias Datuk (57) dan Wisnu Widianto (27) alias Wiwid warga  Kecamatan Suruh, yang merupakan pelaku pembunuhan terhadap Nanda Susanto (33) akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Suruh, kemarin (11/4) setelah selama sepekan lebih dalam pelarian hingga ke Lampung.

“Saya menyesal telah membunuh Nanda sehingga sekarang menyerahkan diri ke polisi. Jadi setelah membunuh itu ingin menyerahkan diri tapi takut kalau situasi lebih kacau,” ungkap Trimo di Mapolres Semarang, Ungaran, kemarin.

Kejadian ini berawal ketika korban Nanda yang dikenal arogan mengambil sepeda motor Honda CB 100 satu-satunya milik Wisnu. Padahal sepeda motor ini yang digunakan Wisnu untuk berangkat kerja di Karanggede Boyolali. “Nanda mengambil sepeda motor tanpa ijin. Setelah saya tunggu selama satu hari sepeda motor itu tidak dikembalikan, akhirnya saya hampiri rumahnya dan bapak saya ikut,” kata Wisnu.

Penganiayaan hingga menewaskan korban terjadi Selasa (4/4) sekitar pukul 17.00 di Dusun Watusetugel, Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh. Saat itu, korban sedang mengecat mobil bersama saksi Sholahudin, yang juga pemilik bengkel cat tersebut. Tiba-tiba datang kedua pelaku yang langsung menganiaya korban.

Pelaku Wiwid sempat memukul kepala korban dengan shock breaker hingga lebih dari empat kali.  Sedangkan, ayahnya, Trimo,  menusuk dada dan bahu korban dengan  sebilah pisau. Setelah puas menganiaya korban, kedua pelaku langsung kabur dengan sepeda motor sendiri-sendiri.

Kejadian itu dilihat banyak orang, tapi tidak satu pun warga yang berani melerai. Wisnu pun membawa pulang sepeda motornya. Nanda sempat berjalan minta bantuan, tapi rupanya tidak lama meninggal dunia.

Kapolres Semarang, AKBP Agus Nugroho menyatakan kedua pelaku saat ini ditahan di Mapolres Semarang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Keduanya tersangka ini kami tahan, dan petugas berhasil menyita barang bukti badik dan bekas shockbreaker, serta dua sepeda motor sebagai sarana dan sepeda motor yang diperebutkan,” ungkapnya.

Keduanya dijerat pasal berlapis, yakni pasal 340 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati karena telah melakukan pembunuhan berencana. Serta sangkaan subsider pasal 338 KUHP. “Kedua tersangka ini dijerat pasal berlapis yang hukumannya cukup berat,” tambahnya. (hid/bas)