33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Bapak-Anak Pelaku Pembunuhan Menyerahkan Diri

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Bapak dan anak, Trimo alias Datuk (57) dan Wisnu Widianto (27) alias Wiwid warga  Kecamatan Suruh, yang merupakan pelaku pembunuhan terhadap Nanda Susanto (33) akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Suruh, kemarin (11/4) setelah selama sepekan lebih dalam pelarian hingga ke Lampung.

“Saya menyesal telah membunuh Nanda sehingga sekarang menyerahkan diri ke polisi. Jadi setelah membunuh itu ingin menyerahkan diri tapi takut kalau situasi lebih kacau,” ungkap Trimo di Mapolres Semarang, Ungaran, kemarin.

Kejadian ini berawal ketika korban Nanda yang dikenal arogan mengambil sepeda motor Honda CB 100 satu-satunya milik Wisnu. Padahal sepeda motor ini yang digunakan Wisnu untuk berangkat kerja di Karanggede Boyolali. “Nanda mengambil sepeda motor tanpa ijin. Setelah saya tunggu selama satu hari sepeda motor itu tidak dikembalikan, akhirnya saya hampiri rumahnya dan bapak saya ikut,” kata Wisnu.

Penganiayaan hingga menewaskan korban terjadi Selasa (4/4) sekitar pukul 17.00 di Dusun Watusetugel, Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh. Saat itu, korban sedang mengecat mobil bersama saksi Sholahudin, yang juga pemilik bengkel cat tersebut. Tiba-tiba datang kedua pelaku yang langsung menganiaya korban.

Pelaku Wiwid sempat memukul kepala korban dengan shock breaker hingga lebih dari empat kali.  Sedangkan, ayahnya, Trimo,  menusuk dada dan bahu korban dengan  sebilah pisau. Setelah puas menganiaya korban, kedua pelaku langsung kabur dengan sepeda motor sendiri-sendiri.

Kejadian itu dilihat banyak orang, tapi tidak satu pun warga yang berani melerai. Wisnu pun membawa pulang sepeda motornya. Nanda sempat berjalan minta bantuan, tapi rupanya tidak lama meninggal dunia.

Kapolres Semarang, AKBP Agus Nugroho menyatakan kedua pelaku saat ini ditahan di Mapolres Semarang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Keduanya tersangka ini kami tahan, dan petugas berhasil menyita barang bukti badik dan bekas shockbreaker, serta dua sepeda motor sebagai sarana dan sepeda motor yang diperebutkan,” ungkapnya.

Keduanya dijerat pasal berlapis, yakni pasal 340 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati karena telah melakukan pembunuhan berencana. Serta sangkaan subsider pasal 338 KUHP. “Kedua tersangka ini dijerat pasal berlapis yang hukumannya cukup berat,” tambahnya. (hid/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Penjualan Produk Premium Tumbuh Pesat

SEMARANG - Penjualan elektronik khususnya untuk produk premium di kuartal II tahun 2017 di Global Elektronik mengalami pertumbuhan 280 persen. Hal ini dikarenakan produk...

Pemerintah Tak Serius Lestarikan Seni Tari

Geliat tari tradisional terus dihimpit arus modernitas. Eksistensinya makin meredup ditelan gemerlapnya budaya asing yang masuk tanpa penyaring. Bagaimana nasibnya kini? SANGGAR Tari Greget, Sobokarti,...

SMP Mutual Gelar Ta’aruf

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - SMP Mutual Kota Magelang pada Sabtu (14/7) menggelar acara ta'aruf. Acara yang dihadiri sekitar 500 orang tersebut diharapkan mampu menjadi ajang...

Sumbang 60 Persen Mekanik AHASS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pendidikan vokasi di bidang industri otomotif terus digenjot oleh Astra Honda Motor sejak 8 tahun silam melalui kurikulum teknik sepeda motor (TSM)...

Antara Tidar dan Kampung Tulung

MAGELANG–Hari ini, Pemkot Magelang melaksanakan prosesi pengambilan dan penyandingan tanah gunung Tidar dan air dari mata air (Tuk) Drajat. Dua elemen alam itu akan...

Dikebut

RADARSEMARANG.COM - Pekerja sedang melakukan pemasangan gorong-gorong air dan pemasangan paving baru di Jalan Letjend Suprapto Kawasan Kota Lama Semarang, Senin (16/7). Proyek revitaslisasi...