Ada Pemulung Menabung karena Ingin Naik Haji

Samad, Bos Rosok Jalan Layur Semarang yang Juga ‘Bank Pemulung’

421
BOS ROSOK DERMAWAN: Samad di antara tumpukan barang bekas yang dibeli dari para pemulung. (AJIE MAHENDRA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BOS ROSOK DERMAWAN: Samad di antara tumpukan barang bekas yang dibeli dari para pemulung. (AJIE MAHENDRA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Samad, pengepul sampah plastik di bilangan Layur, Dadapsari, Semarang Utara coba membantu para perosok. Dia bersedia menjadi ‘bank’ bagi pemulung yang ingin menabung. Ada yang untuk naik haji, umrah, belanja barang idaman, dan lain sebagainya. Sampai hari ini, ada yang sudah mengumpulkan uang hingga Rp 50 juta. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

MENGELOLA uang yang bukan milik sendiri bukan perkara mudah. Samad harus benar-benar konsisten menjaga kepercayaan ‘nasabahnya.’ Pasalnya, memang dia yang menggagas program tabungan rosok agar para pemulung bisa menabung.

Bagi pemulung, menabung di bank dianggap cukup ribet. Beda jika menabung di Samad. Bisa setor setiap hari dengan nominal yang minimalis. Bisa Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, hingga Rp 50 ribu.

“Ada yang nabung setiap hari, mingguan atau bulanan. Uangnya juga bisa diambil kapan saja. Kebanyakan diambil pas Lebaran,” ucap Samad saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di gudang rosok plastiknya.

Karena memang bukan bank, Samad tidak bisa memberikan bunga bagi nasabahnya. Dia juga tidak bisa memotong uang tabungan untuk ongkos administrasi. Artinya, Samad murni seperti celengan saja. Tempat menyimpan uang dengan modal kepercayaan.

Biasanya, para pemulung menabung di Samad karena takut tidak bisa mengumpulkan uang. “Ada yang khawatir uang tabungannya ikut kemakan kebutuhan harian. Ada juga yang menabung karena ingin naik haji. Sampai sekarang ada yang tabungannya Rp 50 juta,” bebernya.

Tak hanya menyimpankan uang milik pemulung saja, suami Nanik Widiastuti ini rela merogoh kocek pribadi untuk semacam CSR (corporate social responsibility) atau program sosial khusus pemulung. Setiap tahun, Samad mengumpulkan ratusan pemulung untuk menggelar acara. Dalam acara itu, disediakan doorprize dan pemberian penghargaan.

Biasanya, acara tahunan itu digelar saat ulang tahun pernikahan Samad dan istrinya pada 5 Mei. “Tahun ini, rencananya menggelar wayangan. Sekalian meresmikan gudang baru. Kalau yang di sini ini kan masih sewa. Gudang baru itu sudah milik saya sendiri. Luasnya sekitar 4 ribu meter persegi. Itu digabung dengan rumah saya,” terangnya.

Di acara wayangan itu, Samad sudah menyediakan 1 unit sepeda motor sebagai doorprize utama. “Rencananya juga akan memberangkan dua orang untuk umrah,” katanya. (*/aro)