RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang menemukan adanya 732 data pemilih yang bermasalah dalam pencermatan dan uji publik Daftar Pemilih Sementara (DPS). Masih ditemui adanya data penduduk yang telah meninggal, pindah, ganda dan sebagainya dalam DPS. Saat ini KPU masih melakukan perbaikan terhadap Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pilgub Jateng 2018.

Komisioner KPU Kota Magelang Divisi Perencanaan dan Data, Iwandono Indarto mengatakan, lewat uji publik pihaknya menerima banyak masukan dari Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Magelang. Ternyata tercatat ada 146 orang yang sudah meninggal dunia, 257 orang pemilih dengan nama ganda, 322 orang yang pindah domisili, 1 orang bukan penduduk, dan 6 anggota TNI/Polri yang masih masuk daftar pemilih.

“Kami menerima banyak masukan dari rekan-rekan panitia pengawas, ternyata masih ada banyak data yang perlu diperbaiki, seperti orang meninggal, sampai mereka yang masuk TNI/Polri yang perlu dicoret dari daftar pemilih dan diperbaiki,” kata Iwan.

Atas temuan dan masukan tersebut, KPU melakukan perbaikan DPS. Perbaikan daftar pemilih dilaksanakan pada 3-7 April lalu. Hasil perbaikan dituangkan dalam Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPS-HP). “Kami telah susun DPS-HP untuk memperbaiki data daftar pemilih yang salah tersebut. Data pemilih yang meninggal kami coret dari daftar pemilih dan yang nama ganda kami perbaiki,” imbuh Iwan.

Terkait dengan adanya temuan Panwas tentang pemilih yang diduga mengalami gangguan jiwa, Iwan mengatakan, KPU telah memanggil seluruh stakeholder untuk membahas masalah tersebut. Termasuk dari rumah sakit jiwa. “Tetap harus ada surat keterangan dari dokter. Oleh karena itu, jika memang warga tersebut tidak mengalami gangguan jiwa maka dari keluarga dapat membuktikannya lewat surat tersebut termasuk jika memang mengalami gangguan jiwa, maka akan dicoret dari daftar pemilih,” jelas Iwan. (had/ton)