KOORDINASI : Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, berkoordinasi dengan Ketua KPU Kabupaten Pekalongan, Mudasir, di kantor KPU Kabupaten Pekalongan, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
KOORDINASI : Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, berkoordinasi dengan Ketua KPU Kabupaten Pekalongan, Mudasir, di kantor KPU Kabupaten Pekalongan, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN Sebanyak 15 Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 di Kabupaten Pekalongan, masuk kategori rawan tingkat I.

Hal itu diketahui, setelah Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, berkoordinasi dengan Ketua KPU Kabupaten Pekalongan, Mudasir, di kantor KPU Kabupaten Pekalongan, Rabu (11/4).

AKBP Wawan Kurniawan mengungkapkan bahwa dari 1.307 TPS terbagi dalam pola pengamanan aman sebanyak 1.206 TPS, rawan 1 sebanyak 15 TPS dan rawan 2 sebanyak 2 TPS.

“Koordinasi terus kami lakukan, karena nantinya berhubungan dengan penempatan personel,” ungkap Kapolres.

Kapolres juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menentukan pola TPS berdasarkan kerawanannya, yakni pola pengamanan TPS rawan II adalah 2:2:1, artinya 2 anggota Polri, 2 anggota Linmas untuk 1 TPS, pola pengamanan TPS rawan I adalah 2:4:2 artinya 2 anggota Polri, 2 anggota Linmas untuk 2 TPS, sedangkan untuk TPS aman dengan pola pengamanan 2:10:5, artinya 2 anggota Polri, 10 anggota linmas untuk 5 TPS.

“TPS bisa dikatakan rawan itu karena faktor alam dan letak geografis seperti letak TPS yang jauh dari satuan Polri, sedangkan TPS bisa di kategorikan rawan II apabila jarak tempuh ke TPS dari satuan Polri lebih dari 3 jam, lokasi antar TPS jauh, rawan terjadi konflik veretikal ataupun horisontal,” jelas AKBP Wawan.

Sementara itu, Kabagops Polres Pekalongan, Kompol M Udjir, selaku Karendalopsres Mantap Praja Candi 2018 menegaskan bahwa rawan I jarak tempuh dari kesatuan Polri jauh, dan agak sulit terjangkau antara 1 sampai 2 jam, dan di daerah tersebut pernah terjadi konflik.

“Adapun yang yang dimaksud rawan I, yakni partisipasi Parpol di lingkungan tersebut berimbang dan saling berseberangan idealisme politiknya,” tegasnya. (thd/zal)