Oleh : Sri Wahjuningsih SPd
Oleh : Sri Wahjuningsih SPd

RADARSEMARANG.COM – HAMPIR setiap hari kita mendapat informasi mengenai pelanggaran hukum, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat maupun bangsa dan negara. Pelanggaran hukum merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap aturan hukum yang disebabkan oleh berbagai alasan. Sebagian orang menganggap pelanggaran hukum sebagai kebiasaan bahkan kebutuhan, sehingga tidak segan-segan melakukannya. Bisa juga disebabkan karena hukum yang berlaku sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan kehidupan. Kurangnya keteladanan serta sosialisasi aturan hukum yang dilakukan oleh aparat hukum juga menjadi unsur penting bagi penyebab pelanggaran hukum.

Sebagian kasus pelanggaran hukum dilakukan oleh pelajar, khususnya di lingkungan sekolah. Setiap sekolah memiliki aturan yang dibuat berdasarkan kesepakatan antara pihak sekolah dengan siswa.  Meskipun sudah merupakan kesepakatan, namun masih banyak dilanggar oleh siswa. Contohnya, siswa datang terlambat ke sekolah, mencontek ketika ulangan, meninggalkan kelas ketika pelajaran, tidak memperhatikan penjelasan guru, merokok di lingkungan sekolah, berpakaian tidak sesuai aturan sekolah, berkelahi dengan teman sendiri bahkan tawuran antar sekolah dan lain-lain.

Coba Anda bayangkan, apa jadinya jika kenyataan tersebut dibiarkan berlangsung terus? Maka sangat dibutuhkan upaya sekolah untuk menumbuhkan kesadaran hukum, khususnya di lingkungan sekolah.

Sekolah merupakan lingkungan yang memberi peluang siswa untuk mengembangkan potensi, bakat dan karakter yang sudah dimilikinya, sehingga sangat efektif untuk membina dan menumbuhkan kesadaran hukum kepada siswa. Dalam upaya ini peran guru sangat dibutuhkan. Pembinaan sadar hukum kepada siswa bisa dimulai sejak siswa memasuki gerbang sekolah. Guru bisa menyambut siswa di depan sekolah dengan membiasakan budaya “5 S“, Senyum,Sapa, Salam, Sopan dan Santun. Pembiasaan ini kelihatannya sederhana, namun dapat membawa dampak yang luar biasa bagi siswa. Dari sini guru dapat menanamkan nilai-nilai sadar hukum. Guru dapat memberi masukan kepada siswa yang terlihat melanggar aturan, misalnya pakaian tidak rapi, terlambat datang ke sekolah, tidak memakai helm, tidak mengucapkan salam atau tidak menjawab salam kepada guru dan lain-lain.

Keteladanan guru dapat dilakukan dengan cara lebih awal datang ke sekolah, berpakaian rapi, masuk kelas tepat waktu, menyapa siswa dengan ramah, melaksanakan pembelajaran penuh semangat, dan mengapresiasi siswa jika siswa sudah tertib. Penegakan aturan sekolah dapat dilakukan dengan memberikan sanksi yang positif. Misalnya, jika datAng terlambat, siswa diminta untuk membersihkan musala, menyiram tanaman, mengabsen semua kelas dan lain-lain. Sanksi-sanksi tersebut bukan hanya ditujukan untuk memberikan efek jera tetapi juga untuk mengajarkankan bahwa setiap pelanggaran akan menimbulkan konsekuensi.  Dalam kondisi tertentu yang di luar batas, misalnya siswa loncat pagar, mencuri, berkelahi atau pelanggaran yang sudah mengarah pada kriminalitas, maka dapat diberlakukan kredit point yang selanjutnya dapat mempengaruhi nilai sikap siswa di rapor apabila telah melampaui target yang ditetapkan bersama. Bisa juga ditempuh dengan bekerjasama dengan aparat hukum untuk memberikan sosialisasi hukum kepada siswa.

Banyaknya kasus pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pelajar sangat memprihatinkan, terutama bagi guru selaku pendidik. Untuk mengurangi terjadinya pelanggaran hukum oleh pelajar dapat diupayakan melalui berbagai cara, di antaranya dengan menumbuhkan sikap sadar hukum yang dapat dimulai dari gerbang sekolah, dipelopori oleh guru dan segenap warga sekolah. Upaya ini akan mencapai hasil nyata jika di dukung oleh kepedulian dan peran serta keluarga, masyarakat serta aparat penegak hukum. Keberhasilan upaya menumbuhkan kesadaran hukum di lingkungan sekolah akan membawa dampak terciptanya masyarakat yang sadar hukum yang menjadi dambaan setiap orang di negeri tercinta ini. Semoga dengan adanya kepedulian dan peran serta semua pihak, harapan tersebut dapat terwujud. (tj3/2/aro)

Guru PKn SMA Negeri 9 Purworejo