33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Sempat Gagal Mengawali, Namun Pantang Menyerah

Poernomo, Perajin Frame Kacamata dan Jam Tangan Kayu

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Di tangan kreatif, ragam benda dapat diolah menjadi barang-barang dengan nilai ekonomi lebih. Salah satunya Poernomo yang mengolah berbagai jenis kayu menjadi frame kacamata dan jam tangan. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

SEJUMLAH kacamata dan jam tangan terpajang rapi di salah satu stan kerajinan di DP Mal Semarang, baru-baru ini. Menariknya, material jam maupun frame kacamata tersebut bukan berasal dari bahan yang lazim, namun menggunakan kayu.

“Lazimnya kacamata maupun jam tangan terbuat dari plastik, logam atau material umum lainnya. Sehingga kehadiran jam tangan bermaterial kayu memberikan warna yang cukup berbeda,” ujar sang perajin, Poernomo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pria yang sebelumnya menggeluti usaha las ini mengungkapkan, ia memang tertarik dengan ragam kerajian, khususnya yang unik. Termasuk jam tangan kayu yang lebih dahulu populer di kota selain Semarang.

“Saya berpikir, memiliki perlengkapan las yang pasti bisa dimanfaatkan untuk hal lain juga. Kemudian tahun 2015, akhir saya utak-atik sisa kayu yang ada, saya pahat coba-coba dulu, belajar membuat. Di tahap belajar ini sempat gagal, coba lagi, sampai akhirnya jadi,” ujar pria kelahiran Grobogan ini.

Hingga akhirnya pada pertengahan tahun 2016, ia merasa produknya sudah cukup layak untuk dipasarkan. Menggunakan label Nowis Handmade, Poernomo memasarkan via online dan offline dengan menitipkan pada sejumlah gerai.

“Memang di beberapa kota lain, kerajinan serupa juga ada. Namun, sebagian mulai menggunakan mesin. Sedangkan saya, sejauh ini masih mempertahankan handmade, membuat secara manual bagian tiap bagian,” ujarnya.

Sejauh ini, menurutnya, jam dan kacamata jenis ini cukup diminati. Keunikan yang hadir dari material kayu menjadi salah satu daya tarik. Dengan keunggulan terletak pada nilai seni dari pahatan dan motif-motif kayu yang digunakan, terlebih bila produk tersebut dibuat secara manual alias handmade.

Namun demikian, tak sembarang kayu yang bisa digunakan. Kualitas, warna serta corak menjadi pertimbangan dalam pemilihan material kayu. Beberapa pilihan tersebut di antaranya jenis kayu maple, sonokeling, eboni, coconut wood dan stabilizerwood. “Sebetulnya sama-sama berkualitas. Hanya saja, tiap jenis kayu memiliki warna dan corak yang berbeda,” terangnya.

Kayu maple, misalnya, jenis ini untuk yang suka warna putih atau krem. Tapi sayangnya, kayu jenis ini di Indonesia masih jarang, sehingga harus impor. Sedangkan untuk warna-warna gelap digunakan jenis sonokeling, glugu atau coconut wood serta eboni.

“Kayu eboni ini lokal Indonesia. Tapi harga juga cukup mahal, karena dari segi kualitas maupun motif, cukup bagus dan sedikit langka. Sedangkan untuk jenis sonokeling di Jawa masih banyak dijumpai,” ujarnya.

Hal tersebut juga menjadi tantangan tersendiri. Karena kayu-kayu yang sulit dijumpai tentu akan berdampak pada harga. Sedangkan untuk model, sebagian besar pembeli menyukai bentuk bulat maupun kotak. Kombinasi bentuk-bentuk tersebut dinilai cukup serasi dengan material kayu yang kian menonjolkan kesan klasik dan elegan.

“Tapi bagi yang ingin custom, bentuk selama masih bisa dikerjakan secara manual, kami juga layani. Selain itu, karena kayu, di salah satu sisi juga bisa diukir nama atau pesan. Sehingga terasa lebih spesial bila digunakan untuk kado,” ujarnya.

Kemudian dari pemasaran, pria yang memiliki workshop di kawasan Pedurungan ini menggunakan sistem offline dengan memajang produk di Galeri Kreatif dan beberapa toko serta pemasaran online melalui Instagram.

“Peminatnya beragam, rata-rata justru berasal dari luar Semarang, beberapa waktu lalu juga ada pembeli dari Jepang yang memesan cukup banyak. Termasuk Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga sempat membeli produk saya,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap bisa terus mengembangkan usaha ini dengan berbagai inovasinya. Mulai dari pemasaran hingga sistem pengemasan yang dinilai menjadi nilai tambah dari suatu produk. “Banyak mendapat masukan juga baik dari teman maupun pembeli. Salah satunya terkait dengan pengemasan, yang saat ini saya gunakan bambu dan kayu, agar serasi,” ujarnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pengesahan Raperda Pusat Perbelanjaan Diwarnai Perdebatan Sengit

UNGARAN–Debat yang sengit mewarnai sidang paripurna DPRD Kabupaten Semarang dengan agenda pengesahan Raperda Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Pembelanjaan dan Toko Swalayan, Kamis...

Wabub Apresiasi Perjuangan Guru SLB

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Walaupun memiliki kekurangan, ternyata anak-anak penyandang disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB) memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan anak lainnya. Bahkan...

Pasar Lumpuh, Dagangan Hanyut

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Banjir di sejumlah titik di Kota Semarang, melumpuhkan aktivitas warga. Seperti di Pasar Klitikan Waru, banjir menggenang sejak Kamis malam (17/2) hingga Jumat...

Berharap Sungai Gabus Dinormalisasi

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Prihatin dengan aliran Sungai Gabus ynag melintasi Kota Batang yang semakin kotor dan aliran tidak lancar, Bupati Batang Wihaji mengajak seluruh...

DPD RI Ditarget Mampu Amandemen UUD

SEMARANG – Sosok Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua DPD RI yang baru ditargetkan bisa merealisasikan agenda amandemen UUD yang fokusnya memperkuat peran serta fungsi...

Tak Ada Akses Publik, Pasar Tanah Mas Ditinggal

PASAR Tanah Mas yang dulu menjadi pusat perdagangan warga setempat, kini sudah ditinggalkan. Padahal kondisi kios-kios di sana masih prima meski bangunan itu direvitalisasi...