KREATIF : Iwing Sulistyawati menunjukkan motif batik terbaru, magelang dan gelatik. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)
KREATIF : Iwing Sulistyawati menunjukkan motif batik terbaru, magelang dan gelatik. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Perajin batik di Kota Magelang mengaku kekurangan tenaga terampil untuk menunjang produksinya. Mereka terpaksa mengoptimalkan tenaga yang ada untuk bisa memenuhi permintaan pasar.

Seorang perajin batik khas Kota Magelang, Iwing Sulistyawati terkadang kewalahan mengerjakan pesanan yang berasal dari instansi, paguyuban, dan masyarakat umum. Saat ini, ia dibantu 9 karyawan, termasuk sanak keluarga. Ia pun tak pelit menularkan ilmu dan keterampilan. “Siapapun yang mau belajar membatik, pasti saya ajarin. Datang saja ke sini,” kata Iwing ditemui di rumah produksinya Wates Tengah Kota Magelang dalam acara Blusukan UMKM, yang merupakan program Bagian Humas Pemkot Magelang, Selasa (10/4).

Iwing termasuk perajin batik yang tak malas berinovasi. Sekarang, ia punya beberapa produk kerajinan yang bahan utamanya batik. Di antaranya, batik cap, batik tulis, tas batik, dompet, blankon, aksesoris jilbab, aneka hiasan ruangan, dan sebagainya.

Motif hias yang ia miliki sejak berkecimbung di dunia batik sekitar akhir 2011 cukup variatif. Pemilik usaha Iwing Batik Kebonpolo ini punya motif gladiol, bunga sepatu, cempaka, daun sirih, daun lidah api, serta berbagai motif flora dan fauna lainnya. “Saya juga punya target, tiap tahun membuat 3 motif baru. Tahun ini motif barunya ada magelang dan gelatik, wates, dan motif bengkok atau tanah bengkok,” ujarnya.

Dia mengakui, persaingan usaha batik makin kompetitif. Toh ia tak ambil pusing. Justru dijadikan motivasi agar ia bisa meningkatkan kualitas barang. “Saya juga tidak mengambil untung banyak, terpenting kuantitasnya banyak.” Iwing telah memiliki pesanan tetap dari Padang dan Banten.

Kabid Industri Disperindag Kota Magelang, Prawerti Pradjanajati mengaku kerap menyelenggarakan pelatihan industri, termasuk membatik. Program ini termasuk stimulus, agar masyarakat bisa mengembangkan produksinya. “Kami juga membantu mempromosikan produk UKM melalui pameran, menyediakan gerai dan mengembangkan inovasi serta kreativitas pelaku usaha,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina menyempatkan mengunjungi usaha milik Iwing. Windarti mendorong perajin batik akan makin berkembang. Menurut dia, kegiatan usaha seperti ini dapat berdampak pada peningkatan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. (put/ton)