33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Pembatik Terampil Masih Kurang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Perajin batik di Kota Magelang mengaku kekurangan tenaga terampil untuk menunjang produksinya. Mereka terpaksa mengoptimalkan tenaga yang ada untuk bisa memenuhi permintaan pasar.

Seorang perajin batik khas Kota Magelang, Iwing Sulistyawati terkadang kewalahan mengerjakan pesanan yang berasal dari instansi, paguyuban, dan masyarakat umum. Saat ini, ia dibantu 9 karyawan, termasuk sanak keluarga. Ia pun tak pelit menularkan ilmu dan keterampilan. “Siapapun yang mau belajar membatik, pasti saya ajarin. Datang saja ke sini,” kata Iwing ditemui di rumah produksinya Wates Tengah Kota Magelang dalam acara Blusukan UMKM, yang merupakan program Bagian Humas Pemkot Magelang, Selasa (10/4).

Iwing termasuk perajin batik yang tak malas berinovasi. Sekarang, ia punya beberapa produk kerajinan yang bahan utamanya batik. Di antaranya, batik cap, batik tulis, tas batik, dompet, blankon, aksesoris jilbab, aneka hiasan ruangan, dan sebagainya.

Motif hias yang ia miliki sejak berkecimbung di dunia batik sekitar akhir 2011 cukup variatif. Pemilik usaha Iwing Batik Kebonpolo ini punya motif gladiol, bunga sepatu, cempaka, daun sirih, daun lidah api, serta berbagai motif flora dan fauna lainnya. “Saya juga punya target, tiap tahun membuat 3 motif baru. Tahun ini motif barunya ada magelang dan gelatik, wates, dan motif bengkok atau tanah bengkok,” ujarnya.

Dia mengakui, persaingan usaha batik makin kompetitif. Toh ia tak ambil pusing. Justru dijadikan motivasi agar ia bisa meningkatkan kualitas barang. “Saya juga tidak mengambil untung banyak, terpenting kuantitasnya banyak.” Iwing telah memiliki pesanan tetap dari Padang dan Banten.

Kabid Industri Disperindag Kota Magelang, Prawerti Pradjanajati mengaku kerap menyelenggarakan pelatihan industri, termasuk membatik. Program ini termasuk stimulus, agar masyarakat bisa mengembangkan produksinya. “Kami juga membantu mempromosikan produk UKM melalui pameran, menyediakan gerai dan mengembangkan inovasi serta kreativitas pelaku usaha,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina menyempatkan mengunjungi usaha milik Iwing. Windarti mendorong perajin batik akan makin berkembang. Menurut dia, kegiatan usaha seperti ini dapat berdampak pada peningkatan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pesta Diskon Akhir Tahun

RADARSEMARANG.COM - Pengunjung memilih sepatu di salah satu took di Paragon Mal Semarang, Kamis (21/12). Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018 berbagai...

Tembakau Impor Perlu Dibatasi

SEMARANG - Ribuan petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jateng, Jalan...

BPR Arto Moro Belajar ke Tiongkok

RADARSEMARANG.COM - BERBAGAI upaya manajemen BPR Arto Moro Semarang untuk lebih meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan usahanya, dilakukan dengan melakukan kegiatan studi banding. Sharing informasi, inhouse...

Gunakan Waktu Luang di Masjidil Haram

Rangkaian ibadah umrah sesungguhnya hanyalah 3 prosesi, mulai dari thawaf, sa’i, dan tahalul yang dapat kita lakukan paling lama lima jam. Akan tetapi sayang...

Tampilkan Kecantikan Nusantara

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Siswa dan siswi SMKN 3 Kota Magelang menampilkan karya-karya dalam Gelar Karya Tata Kecantikan bertema Beauty Expression di Grand Artos Mall...

Kasus Sabu Tertinggi di Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sedikitnya 782,169 gram barang bukti sabu berhasil diamankan Satuan reserse narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Semarang dalam kurun waktu setahun ini. Sabu menjadi...