33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Pak Dirman : Pemerintah Sekarang Tidak Bisa Semau Gue

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pemerintah sekarang tidak bisa semau gue karena biaya penyelenggaraan negara hampir 90 persen diongkosi oleh rakyat melalui pajak. Berbeda dengan masa lalu, di mana pendapat negara sebagian besar dari hasil ekspor bahan tambang dan hasil bumi Indonesia.

“Dalam keadaan demikian, pemerintah harus berganti peran, mengubah perilaku, tidak bisa lagi semau gue. Peran yang pas untuk pemerintah adalah sebagai pelayan. Pemerintah harus menjadi pelayan bagi rakyatnya, bukan sebaliknya minta dilayani,” kata Calon Gubernur Jateng, Sudirman Said dalam dialog dengan para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Patra Jasa Semarang, Selasa (10/4).

Sebagai pelayan, perilakunya harus manis. Tidak boleh adigang adigung adiguno. Selalu ingat pesan Pak Harto: ojo gumunan, aja kagetan, ojo dumeh.    Senantiasa lebih banyak mendengar majikannya. “Majikannya adalah rakyat.  Harus dijaga agar kata-kata, tindakan, dan keputusan pemerintah tidak melukai rakyat,” lanjut Pak Dirman.

Sayangnya, tambah Pak Dirman, pergeseran peran dan perilaku pemerintahan itu belum sepenuhnya terjadi. Pemerintah masih menjadi penentu segalanya, seperti zaman dulu. Pemerintah belum menjadi pelayan bagi tuannya, rakyat Indonesia.

Terkait dengan relasi dengan pengusaha, Pak Dirman memandang antara pemerintah dan pengusaha harus terjalin komunikasi yang produktif. Menurut dia, tiga pilar kehidupan bernegara, yakni negara (state) dalam hal ini pemerintahan yang bersih, dipercaya masyarakat, dan adil, kemudian korporasi sebagai pendorong utama ekonomi karena penyedia lapangan kerja, pembayar pajak, pemutar bisnis rantai nilai (value chain) dengan segala ukuran, serta masyarakat sipil, ormas, media, asosiasi, profesi, organisasi kemasyarakatan lainnya yang menjadi sumber ide, gagasan, kritik, dan penyeimbang keduanya, harus saling menguatkan.

“Karena itu, jika saya terpilih nanti, yang paling penting akan saya jaga adalah komunikasi di antara kita. Pemerintah dan pelaku ekonomi harus benar-benar dekat. Pemerintah Jateng boleh punya target, tetapi yang menjalankan adalah Anda semua. Sangat tidak beralasan jika kita tidak bekerja sama,” tandas Pak Dirman di hadapan anggota Apindo yang tengah menggelar Rapat Kerja dan Konsultansi Provinsi Apindo Jateng itu.

Menurut Pak Dirman, ada tiga urusan penting untuk menggerakkan ekonomi, yakni lapangan kerja, pajak untuk menggerakkan pemerintah, dan bisnis turunan seperti pemasok, sub kontraktor, juga vendor dan lainnya. “Para pengusaha adalah penyedia ketiga-tiganya. Karena itu pemerintah penting untuk bekerjasama dengan dunia usaha,” imbuh dia.

“Jika nanti saya duduk sebagai Gubernur menggantikan Mas Ganjar, kita akan samakan persepsi tentang peran masing-masing dan bagaimana kita menjalin kerjasama. Tetapi, kurang lebih saya bisa memahami apa yang dibutuhkan oleh dunia usaha pada umumnya. Tiga hal yang sering menjadi perhatian utama adalah kepastian hukum dan peraturan, hubungan dengan pekerja, dan pengelolaan sosial, termasuk soal pembebasan lahan untuk ekspansi.

Dalam 22 Janji Kerja, terang Pak Dirman, butir-butir penting telah dirumuskan guna merespon kebutuhan tersebut, yakni membangun pemerintahan yang bersih, akan membawa pada kepastian regulasi, membangun hubungan industrial yang dialogis, membangun bank tanah (land bank), dan peningkatan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang sesungguhnya.

“Intinya dialog penting. Kita harus jaga suasana itu. Dengan dialog banyak hal bisa kita selesaikan, banyak kesempatan bisa kita kerjakan bersama,” pungkas Pak Dirman. (har/fth/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Pelanggar Diminta Baca Al Fatehah dan Pancasila

DEMAK - Ada yang menarik dalam operasi simpatik yang digelar Satlantas Polres Demak, kemarin (20/3). Tidak seperti biasanya, Kabagops Kompol Sutomo memimpin operasi dengan...

Banyak Warga Keluhkan Diare

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA-Sebagian besar masyarakat mengeluhkan penyakit diare selama puasa dan Lebaran. Lantaran kurang mengendalikan diri dalam mengonsumsi makanan dan pola makan yang tidak sehat. Dr...

300 Relawan Siaga Bencana 

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Sebanyak 300 relawan se-Kabupaten Batang bersiaga, sebagai bentuk antisipasi menghadapi musim hujan, banjir dan angin puting beliung. Hal tersebut dikoordinasi melalui...

Pemalak Pelajar Ditangkap

SALATIGA – Unit Reskrim Polsek Sidomukti Polres Salatiga menangkap Khoerul Hadi, 29, warga RT 20 RWw 04 Dusun/Desa Klitih Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak. Ia...

Industri Farmasi Optimistis Masuk 15 Besar

SEMARANG - Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Jawa Tengah mengupayakan industri farmasi menjadi 15 besar industri utama di 2025. Karena itu, asosiasi tersebut berusaha membangun...

Kepala Daerah Bakal Jadi Jurkam

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasangan bakal calon Gubernur Ganjar Pranowo dan calon Wakil Gubernur Taj Yasin (Gus Yasin) menyerahkan kelengkapan dokumen syarat pencalonan di Kantor...