RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Mendekati pesta demokrasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang mengeklaim tinggal menyisakan kurang lebih 5 ribu warga yang belum rekam E-KTP. Sejauh ini, upaya perekaman E-KTP terus dikebut dengan cara ‘jemput bola’.

Kepala Dispendukcapil Kota Semarang Adi Tri Hananto, mengatakan, setidaknya setiap hari pihaknya mampu melakukan perekaman E-KTP sebanyak 500 data warga. “Sementara ini data warga yang belum rekam E-KTP hanya 5 ribu orang saja,” katanya.

Pihaknya mengaku terus melakukan perekaman data E-KTP dengan cara jempu bola. Hal itu dilakukan sekaligus untuk melakukan pencocokan data dan menyetak E-KTP warga yang sudah memiliki surat keterangan perekaman.

“Permasalahan yang sering terjadi, warga saat ditanya soal E- KTP bilangnya belum punya. Padahal mereka sudah merekam dan memiliki Surat Keterangan,” katanya.

Hal ini juga untuk mensinkronkan data hasil dari pencocokan dan penelitian (Coklit) dari KPU kota Semarang. Ini sebagai antisipasi apabila ditemukan jika ada warga yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) namun belum melaksanakan perekaman data. “Bila belum pernah melakukan perekaman data, maka yang bersangkutan tidak dapat ikut menyampaikan hal pilihnya dalam Pilgub,” katanya.

Namun mengenai data warga yang belum melakukan perekaman data tersebut, antara data Dispendukcapil dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang terdapat perbedaan yang cukup mencolok. KPU Kota Semarang mencatat kurang lebih 15.513 warga yang belum melakukan perekaman data E-KTP.

Meski begitu, data tersebut masih akan dilakukan pengecekan dan penyinkronan. “Terkait pelayanan maupun penyetakan E-KTP tidak ada masalah seperti kesiapan blanko. Kami memiliki 6 alat, 5 di antaranya digunakan untuk jemput bola,” katanya.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengingatkan bagi warga yang belum melakukan perekaman data E-KTP, maka bisa dicoret dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah. Hal itu sesuai dengan aturan Pasal 15 -16 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 2 tahun 2018, tentang pemuktahiran data pemilih.

“Tetapi jangan khawatir, ketika sudah melaksanakna perekaman data, pemilih tersebut masih bisa melaksanakan pencoblosan menggunakan Daftar Pemilih Tambahan,” terang Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono. (amu/zal)