33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Klaim 5 Ribu Warga Belum Rekam E-KTP

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Mendekati pesta demokrasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang mengeklaim tinggal menyisakan kurang lebih 5 ribu warga yang belum rekam E-KTP. Sejauh ini, upaya perekaman E-KTP terus dikebut dengan cara ‘jemput bola’.

Kepala Dispendukcapil Kota Semarang Adi Tri Hananto, mengatakan, setidaknya setiap hari pihaknya mampu melakukan perekaman E-KTP sebanyak 500 data warga. “Sementara ini data warga yang belum rekam E-KTP hanya 5 ribu orang saja,” katanya.

Pihaknya mengaku terus melakukan perekaman data E-KTP dengan cara jempu bola. Hal itu dilakukan sekaligus untuk melakukan pencocokan data dan menyetak E-KTP warga yang sudah memiliki surat keterangan perekaman.

“Permasalahan yang sering terjadi, warga saat ditanya soal E- KTP bilangnya belum punya. Padahal mereka sudah merekam dan memiliki Surat Keterangan,” katanya.

Hal ini juga untuk mensinkronkan data hasil dari pencocokan dan penelitian (Coklit) dari KPU kota Semarang. Ini sebagai antisipasi apabila ditemukan jika ada warga yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) namun belum melaksanakan perekaman data. “Bila belum pernah melakukan perekaman data, maka yang bersangkutan tidak dapat ikut menyampaikan hal pilihnya dalam Pilgub,” katanya.

Namun mengenai data warga yang belum melakukan perekaman data tersebut, antara data Dispendukcapil dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang terdapat perbedaan yang cukup mencolok. KPU Kota Semarang mencatat kurang lebih 15.513 warga yang belum melakukan perekaman data E-KTP.

Meski begitu, data tersebut masih akan dilakukan pengecekan dan penyinkronan. “Terkait pelayanan maupun penyetakan E-KTP tidak ada masalah seperti kesiapan blanko. Kami memiliki 6 alat, 5 di antaranya digunakan untuk jemput bola,” katanya.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengingatkan bagi warga yang belum melakukan perekaman data E-KTP, maka bisa dicoret dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah. Hal itu sesuai dengan aturan Pasal 15 -16 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 2 tahun 2018, tentang pemuktahiran data pemilih.

“Tetapi jangan khawatir, ketika sudah melaksanakna perekaman data, pemilih tersebut masih bisa melaksanakan pencoblosan menggunakan Daftar Pemilih Tambahan,” terang Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Hendi Geram, Kursi Roda Tak Boleh Dipinjam

SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi geram mendapat keluhan warga di media sosial terkait fasilitas kursi roda di RSUD KRMT Wongsonegoro, Jalan Fatmawati...

“Nunut Praktik”, Solusi Menyiasati Keterbatasan dalam Pembelajaran Praktik

RADARSEMARANG.COM - DUA hal yang perlu ditekankan pada pendidikan kejuruan—seperti pendapat beberapa pakar pendidikan—adalah Learning by doing dan Hands-on experience. Maka, merujuk dua hal...

Investasi Pendidikan Adalah Investasi Moral

ADA dua kalimat yang saya ingat ketika masih kecil. Orang tua sering mengatakan “le sekolah sing bener yo besuk ben dadi wong pinter !”...

Ganjar Bantu Urai Persoalan Warga Tarisi

RADARSEMARANG.COM, CILACAP - Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi dua lokasi pascabencana di Cilacap, Jumat (27/4). Salah satunya Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja yang selama...

Halo Unika Permudah Akses Alumni

SEMARANG – Guna mempermudah akses bagi alumni, Unika Soegijapranata mengembangkan program aplikasi yang dapat digunakan sebagai komunitas virtual dan diharapkan memberikan keuntungan bagi universitas...

Harga Beras Kerek Inflasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kenaikan harga beras sepanjang Januari lalu mendorong inflasi yang cukup tinggi di Jateng. Yaitu mencapai 0,88 persen, lebih tinggi dari inflasi...