Ida Apresiasi Pembuat Rambak

294
TINJAU UMKM : Cagub Jateng Ida Fauziyah saat berbincang dengan pengusaha rambak di Kendal. (ISTIMEWA)
TINJAU UMKM : Cagub Jateng Ida Fauziyah saat berbincang dengan pengusaha rambak di Kendal. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Cawagub Jateng Ida Fauziyah memberikan apresiasi kepada warga Pegandon, Kabupaten Kendal, Muhtadin. Apresiasi itu disampaikan Ida, saat berkunjung ke kediaman Muhtadin yang sehari-hari memproduksi rambak.

Ida menilai, apa yang dilakukan Muhtadin menjadi bagian membangun perekonomian masyarakat. Muhtadin sendiri memiliki 13 pekerja, yakni dari keluarga dan tetangganya. “Tentu sosok-sosok seperti ini harus mendapat apresiasi, karena telah membantu memajukan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia bersama dengan Sudirman mengaku sudah berkomitmen akan memperhatikan usaha kecil di Jateng. Karena itu justru sebagai salah satu hal konkret yang bisa dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan. “Pengentasan kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan itu menjadi prioritas kami,” tambahnya.

Muhtadin mengatakan, rambak tersebut terbuat dari kulit sapi dan kerbau. Untuk bahan baku, menurutnya pasokan dari Jateng sangat minim. “Hanya musim-musim tertentu saja lumayan gampang diperoleh. Satu sisi kita ingin setiap hari produksi,” jelasnya.

Atas dasar itu, dirinya mengandalkan pasokan kulit sapi dan kerbau dari Nusa Tenggara Barat (NTB).  Untuk bahan baku dari Toraja, rasanya lebih renyah, karena berasal dari kulit kerbau jantan. “Untuk pesan dari luar Jawa juga gampang, cukup dengan kontak dengan WhatsApp sudah bisa dikirim,” bebernya.

Sementara untuk pemasaran, masih di wilayah Kendal saja. Sedianya, jelas dia, sejumlah minimarket berjejaring telah mengajak kerjasama. “Tapi kita belum berani, karena bahan baku untuk produksi jelas harus banyak dan stabil,” jelasnya.

Dengan pemasaran biasa saja, dirinya sering kewalahan. Karena pesanan sangat banyak, sementara bahan baku dari luar Jateng. “Apalagi kalau Lebaran. Jadi untuk yang minimarket tadi masih belum bisa kita penuhi,” tandasnya. (fth/ric)