Disdikbud Klaim Trouble UNBK Tak Rugikan Siswa

317

RADARSEMARANG.COM – SEBANYAK 196 SMA/MA di sejumlah kota/kabupaten di Jateng terdampak atas trouble dan hilangnya soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sejumlah soal dari mata pelajaran Matematika tidak muncul dalam pelaksanaan UNBK, Selasa (10/4) kemarin. Hal itu membuat sejumlah siswa terpaksa mengulang pelaksanaan ujian.

Kendati demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah memastikan para siswa tidak akan dirugikan dengan kejadian tersebut. Sebab, pihaknya telah melakukan sosialisasi jauh-jauh hari kepada siswa terkait pelaksanaan UNBK.

“Jadi gini, itu kan soal yang mengirim langsung dari pusat melalui server. Nah karena serentak DI seluruh Indonesia, kemungkinan untuk kejadian seperti itu pasti ada,” ungkap Kepala Disdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo ketika dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Selasa malam (10/4).

Berdasarkan data yang diterima koran ini, ada 602 server yang terdampak kehilangan soal. 602 server itu terbagi dalam 196 SMA/MA, masing-masing 115 SMA dan 70 MA. Data tersebut merupakan laporan dari masing-masing sekolah hingga pukul 20.40, semalam.

Gatot menambahkan, sebenarnya seluruh siswa sudah mengetahui teknis pelaksanaan UNBK jika mengalami trouble pada saat mengerjakan ujian. Gatot mencontohkan, jika seorang siswa mengalami masalah pada servernya di jam pagi, maka ia masih bisa mengikuti di jam selanjutnya. “Itu akan otomatis terdaftar. Kalau tidak bisa hari itu, masih ada susulan tanggal 18-19-nya. Semua sudah dikondisikan dengan baik,” imbuhnya.

Hal tersebut, menurutnya tidak akan mempengaruhi nilai siswa. Sebab, data perserta yang servernya mengalami eror akan terdata dan masuk dalam data ujian susulan. Selain itu, dalam ujian susulan pun mereka tidak akan mengerjakan soal yang sama. Pihaknya juga mengklaim tidak akan ada kebocoran soal. “Karena soalnya pasti berubah dan baru dikirim pada saat pelaksanaan itu. Jadi tidak mungkin bocor dan tidak sama,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu merasa takut dan was-was. Kemungkinan hilang soal sudah menjadi salah satu kendala yang disiapkan antisipasinya. Yang diperlukan adalah anak-anak harus fokus untuk belajar dan mengerjakan dengan maksimal. Selain itu, siswa juga diminta memantau terus pengumuman di website UNBK.

“Betul saya terima laporan dari 7 kota/kabupaten itu. Karena kendala server itu, memang mungkin terjadi. Mereka sudah diberitahu langkah antisipasinya. Siswa juga sudah tahu, nantinya bagaimana. Makanya saya juga tenang-tenang saja to. Semua aman dan pasti beres,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 15 Semarang, Soleh Amin ketika dihubungi Jawa Pos Radar Semarang mengaku sekolahnya sempat terdampak hilang soal. Namun, hal tersebut langsung diatasi dengan HelpDesk dan Proktor yang tersedia saat ujian. “Sempat trouble, sedikit saja. Langsung teratasi oleh HelpDesk dan Proktor ditempat sehingga kami anggap tidak ada,” jelasnya.

Hal itu diakui salah satu pelajar di SMAN 15 Semarang yang sempat panik ketika tidak dapat meng-klik pilihan jawaban soal matematika. Ia takut jika hal tersebut berlanjut hingga keluar dari halaman ujian. “Alhamdulillah karena tidak sampai keluar dari halaman ujian, saya hanya minta tolong teman untuk bantu mengatasi,” ujarnya menceritakan.

“Nggak lama sih, mungkin sekitar satu menitan. Tapi khawatir juga. Saya lupa itu nomor berapa. Tapi pas di-klik, saat itu saya mau pilih jawaban C, tidak bisa,” ujar siswi yang enggan disebut namanya ini.

Ia menceritakan, pada hari sebelumnya, temannya juga menghadapi kendala yang sama. Pada mata pelajaran bahasa Indonesia, soal yang dikerjakannya tiba-tiba error. “Juga nggak lama. Tapi untuk yang teman ini dibantu sama guru,” kata dia. (tsa/sgt/ida)