GRAFIS : IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS : IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, KARANGANYAR–Hari kedua ujian nasional berbasis komputer (UNBK) mulai menemui kendala. Sebanyak 20 butir dari total 40 butir naskah soal mata pelajaran Matematika tidak muncul. Bukan hanya Karanganyar, kejadian serupa juga diduga terjadi di Sragen. Dampaknya, peserta UNBK harus mengulang mengerjakan naskah soal pada ujian susulan yang dijadwalkan oleh sekolah masing -masing.

Kepala SMAN 1 Karanganyar, Bagus Nugroho menjelaskan, kendala muncul ketika peserta ujian hendak mengerjakan soal ujian tahap pertama. “Kami sudah meminta peserta me-refresh dan scroll mouse diturunkan. Tapi, cara itu tidak berhasil. Sampai jam selesai, peserta hanya mengerjakan 20 naskah soal,” ungkapnya, Selasa (10/4).

Ternyata, masalah serupa berlanjut pada ujian tahap kedua. Setelah dikonfirmasi ke Pemprov Jateng, ada gangguan pada server UNBK. Baru sekitar pukul 11.00, server bisa digunakan dan ujian berjalan lancar meskipun waktunya mundur.

“Informasi dari provinsi, ada delapan kabupaten/kota mengalami gangguan yang sama. Kalau di Eks Karesidenan Surakarta di Karanganyar dan Sragen. Untuk yang sesi dua dan tiga tidak kita ulang, tapi waktunya kita mundurkan. Kalau tidak bisa, nanti ada ujian susulan,” terang Bagus.

Senada diungkapkan Kepala SMA N 2 Karanganyar Suliyastuti. Pada ujian tahap pertama terjadi kesalahan server yang mengakibatkan naskah soal Matematika tidak muncul. “Ya Alhamdulillah UNBK kembali lancar, meskipun tadi sempat ada gangguan server,” katanya lewat pesan singkat.

Kota Magelang juga mengalami masalah pada UNBK mata pelajaran matematika. Soal ujian tidak muncul secara utuh. Akibatnya sekolah memberikan penambahan sesi dalam pelaksanaan UNBK.

“Iya benar hari kedua ini mengalami kendala pada saat siswa sesi kedua mengerjakan soal, soal tidak muncul secara utuh. Informasi yang kami dapat, seluruh Jawa Tengah seperti itu, ” kata Kepala SMAN 3 Kota Magelang, Joko Tri Haryanto, Selasa (10/4).

Joko menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui penyebab pasti munculnya masalah tersebut. Entah karena jaringan internet atau memang sistem dari pusat yang bermasalah. “Namun sudah kami siasati dengan petunjuk dari provinsi bahwa ada penambahan sesi yang dimulai pukul 16.00 dan sesi berikutnya pukul 18.00, ” tutur Joko.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) eks Karesidenan Kedu, Sucahyo Wibowo, membenarkan bahwa pelaksanaan UNBK hari kedua mengalami sedikit kendala. Pihaknya sudah meneruskan laporan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan memberikan imbauan agar sekolah memberikan penambahan sesi kepada para peserta.

“Sekolah bisa mengatur penambahan sesi kepada peserta ujian. Permasalahan ini sudah diatasi, jadi siswa tidak perlu khawatir. Harapan kami, pelaksanaan berikutnya tidak ada lagi kendala, ” tandas Sucahyo.

Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Wonosobo, Sabar Riyanto juga menyebutkan bahwa proses UNBK mata pelajaran Matematika di Wonosobo juga muncul tidak lengkap. “Kejadian itu terjadi pada sesi 1 dan 2. Namun masuk ke sesi tiga, soal muncul lengkap,” katanya.

Sabar menjelaskan, sesi 1 berlangsung pada pukul 07.30 – 9-30, kemudian sesi 2 mulai pukul 10.30 sampai 12.30. Pada dua sesi ini, soal yang semestinya muncul 40, hanya muncul antara 20 sampai 25 soal. “Nah pada sesi yang ketiga, yang sore hari muncul lengkap,” katanya.

Atas kejadian ini, kata Sabar yang juga Kepala SMAN1 Wonosobo , siswa akan mengulang pada Selasa pekan depan (17/4). “Solusinya dikerjakan Selasa depan,” katanya.

Ditambahkan dia, jumlah SMA di Wonosobo ada 16 dan MA 12. Dari 28 sekolah tersebut, hanya satu sekolah yang tidak menyelenggarakan UNBK di sekolahnya. “Hanya satu sekolah yang UNBK-nya menginduk sekolah lain, yakni MA Matholiul Anwar, menginduk di MA Negeri 1 Wonosobo,” ujarnya.

Menurut Koordinator UNBK SMA-MA Wonosobo itu, dari 3.796 siswa di 28 sekolah tersebut, sebanyak 2.600 merupakan pelajar SMA dan 1.196 pelajar dari MA.

Sementara, Ketua Panitia UNBK Balai Pengendalian Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah, Prihestu Hartomo menjelaskan, terkendalanya pelaksanaan UNBK hari kedua murni karena sistem komputer yang mengalami gangguan. Prihestu menuturkan, kemungkinan permasalahan tersebut bukan karena jaringan semata. “Kami sudah menyikapi dengan memberikan imbauan kepada sekolah-sekolah agar memberikan penambahan sesi dan diatur di masing-masing sekolah. Kami juga meminta agar siswa peserta ujian tidak perlu cemas. Yang pasti akan ada dispensasi untuk kendala ini,” jelas Prihestu. (rud/wa/had/ton/ali/ida)