PARTISIPASI WARGA: Calon Gubernur Jateng, Sudirman Said, saat deklarasi dan saweran lintas komunitas relawan independen di Hotel Patra Jasa, Semarang. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PARTISIPASI WARGA: Calon Gubernur Jateng, Sudirman Said, saat deklarasi dan saweran lintas komunitas relawan independen di Hotel Patra Jasa, Semarang. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG  Relawan lintas komunitas menggelar saweran Gerakan Sepuluh Ribu (Gasebu) untuk memenangkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2, Sudirman Said-Ida Fauziyah. Deklarasi dan saweran lintas komunitas relawan independen bertajuk “Sinergitas Gerak Langkah” tersebut digelar pada Minggu (8/4) di Patra Jasa Convention Hall, Semarang.

Menurut Sudirman Said, saweran ‘Gasebu’ tersebut sebagai bentuk dari demokrasi partisipasi warga untuk menekan mahalnya biaya politik yang tinggi. Sehingga, kata pria yang akrab disapa Pak Dirman itu, mahalnya biaya politik bisa dikurangi dengan saweran bersama warga Jateng. Gasebu adalah gerakan donasi Rp 10 ribu yang menjadi sebuah gerakan saweran, partisipasi berbasis kesadaran dan swadaya untuk melakukan perubahan bagi Jateng.

“Kita ingin betul-betul mengajak demokrasi sebagai partisipasi warga, karena prihatin betul sampai hari ini banyak kepala daerah ketangkap KPK, dan itu dikarenakan biaya politik tinggi, calon yang masuk ingin kejar jabatan, sehingga kita ingin menerobos itu, biaya politik betul, saya juga bukan orang yang punya uang,”kata Pak Dirman.

Dia optimistis gerakan Gasebu ini bisa menjadi inspirasi daerah lain, mengingat politik adalah upaya untuk mengabdi, bukan sekadar jabatan, sehingga cara-cara yang dilakukan pun harus mulia.

“Kalau ini berhasil, ini jadi inspirasi, politik ini kan tidak boleh dilihat semacam pengabdian. Karena cara memperoleh jabatan dengan segala cara, apalagi korupsi itu tidak benar, dan kita ingin mengubah itu, kami sangat bersyukur, relawan dengan inisiatif menggelar Gasebu ini,”jelas Menteri ESDM RI periode 2014-2016 ini.

Lebih lanjut Pak Dirman mengungkapkan, hasil Gasebu ini adalah untuk biaya kampanye Pilgub hingga 27 Juni 2018 mendatang. “Intinya, ada 10 ribu, kita ingin mengetuk kesukarelaan warga, hasil dari Gasebu ini dirapikan, dicatat dan dilaporkan ke KPU, dan ini digunakan untuk berbagai keperluan kampanye politik,”ujarnya.

Sementara, perwakilan jaringan relawan Jateng, Zumroni, mengungkapkan, seluruh jaringan relawan telah  membulatkan tekad dengan ikhlas, dan sepenuh hati, untuk berjuang, memenangkan Pak Dirman dan Mbak Ida, dalam Pilgub 2018 demi terwujudnya Jateng mukti tanpa korupsi.

“Para relawan mengedepankan etika dalam berpolitik dengan menjadikan Pilgub sebagai sarana merajut persatuan, pendidikan politik, rakyat demi kemajuan Jateng, kami juga taat terhadap aturan, menghindari kampanye hitam, fitnah dan provokasi, kemenangan Pak Dirman dan Mbak Ida, adalah kemenangan rakyat Jateng,”katanya saat membacakan ikrar relawan Jateng untuk Dirman-Ida.

Sebagai bentuk keseriusan saweran Gasebu Sudirman Said didampingi pimpinan dan tokoh relawan menggelar kain untuk saweran para relawan yang hadir dalam deklarasi tersebut. Para relawan lain yang tidak bisa hadir juga bisa turut menyukseskan gerakan Gasebu tersebut melalui laman website www.saweranjateng.id.

Dalam kesempatan tersebut, Pak Dirman juga membacakan kontrak sosial politik yang berisi empat poin utama, yakni menjadi pemimpin rakyat, melakukan penguatan rakyat, mendengar aspirasi dan berkomitmen untuk merealisasikan 22 program janji kerja.

Penandatanganan tersebut dilakukan di hadapan 650 relawan lintas jaringan dari 35 kabupaten dan kota di Jateng. Ratusan relawan tersebut di antaranya mulai dari gerakan majelis desa, rembug rebuan, hingga gerakan kemandirian Oke Oce Ayo Obah. (hid/aro)