CARI TENAGA KERJA : Perwakilan rumah sakit swasta di Semarang, ketika melakukan pemapaparan dan  tes secara langsung di Stikes Widya Husada. (IST)
CARI TENAGA KERJA : Perwakilan rumah sakit swasta di Semarang, ketika melakukan pemapaparan dan  tes secara langsung di Stikes Widya Husada. (IST)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Peluang kerja lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) pada tahun ini sangat tinggi, apalagi saat ini permintaan tenaga medis rumah sakit (RS) di Indonesia bahkan luar negeri sangat tinggi, sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh lulusan ilmu kesehatan.

Kasi Kemahasiswaan, Alumni dan Pusat Karier, Stikes Widya Husada Semarang, Agung Meinarto mengatakan jika tenaga ilmu kesehatan seperti lulusan keperawatan, elektromedik, fisioterapi, dan NERS saat ini memiliki peluang besar untuk bekerja setelah lulus kuliah.

“Bahkan salah satu rumah sakit swasta di Semarang sudah meminta mahasiswa semester akhir dan lulusan Stikes Widya Husada untuk bekerja yang totalnya ada 80 mahasiswa,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Senin (9/4).

Selain rumah sakit swasta di Semarang, Stikes Widya Husada juga menyetor lulusannya untuk bekerja di RS yang ada di Jakarta, Surabaya bahkan luar negeri seperti Jepang. Keterserapan mahasiswa Stikes Widya Husada untuk langsung bekerja, memang sangat cepat apalagi di Stikes yang terletak di Jalan  Subali Raya No.12, Krapyak, memiliki keunggulan punya program studi yang langka dan akreditasi yang baik. “Kami punya prodi yang Stikes lain tidak punya, misalnya Rontegent, Fisiotherapi dan Elektromedik. Sehingga lulusan kami cepat terserap,”ucapnya.

Ia menjelaskan, untuk saat ini lulusan Keperawatan masih paling dilirik oleh rumah sakit yang ada di Indonesia dan negara asing salah satunya Jepang. Setiap tahunnya jika dirata-rata sekitar 200 perawat dari Stike Widya Husada dapat tersalurkan.  “Belum lama ini kami kirim lulusan untuk bekerja di Jepang sebanyak 4 orang,” tambahnya.

Pada tahun ini pihaknya menargetkan 25 persen lulusan bisa tersalur langsung untuk bekerja, naik 5 persen dibandingkan tahun lalu. “Target utamanya kurang dari 8 bulan sudah 90 persen bekerja,” pungkasnya.

Sementara itu, Humas Stikes Widya Husada, Galuh Puspita mengatakan, untuk memanfaatkan tingginya permintaan tenaga medis, pihak kampus terus menempa soft skill dan memberikan kurikulum Bahasa Inggris. “Selain itu kami juga menekankan kemampuan lulusan sesuai dengan standart kerja bahkan standart permintaan dari luar negeri,” tambahnya. (den/sct/zal)