SAPA SISWA : Bupati Batang Wihaji menyapa siswa sekolah di sekitar taman kota Dracik Batang, saat meninjau lokasi, Senin (9/4). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SAPA SISWA : Bupati Batang Wihaji menyapa siswa sekolah di sekitar taman kota Dracik Batang, saat meninjau lokasi, Senin (9/4). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemandangan di sekitar perbatasan Kabupaten Batang dengan daerah tetangga dianggap kurang menarik. Oleh karena itu, Bupati Batang Wihaji akan membangun gerbang utama perbatas menjadi lebih megah.

“Saya tadi sudah melihat taman kota dan perbatasan kota bersama Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim). Karena ini tahun penataan kota, saya ingin kedua tempat ini lebih bagus lagi,” kata Wihaji saat meninjau taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Lapangan Dracik Kampus Batang, Senin (9/4).

Bupati mengatakan, akan ada perubahan baru untuk wajah Kota Batang. Dimulai dari perbatasan antara Kota Pekalongan di barat dan perbatasan dengan Kendal di wilayah timur. Untuk itu, harus direncanakan secara matang agar selain indah juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk wisata.

“Harus ada pertanda baru yang bagus untuk perbatasan, agar bisa dimanfaatkan masyarakat. Bisa digunakan berswafoto,” kata Wihaji.

Bupati juga menyadari, dengan semakin padatnya penduduk akan mengurangi luasan RTH. Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada Kepala Dinas Perkim untuk memprioritaskan penambahan RTH di tahun 2019.

“ 2019 kita priortitaskan penambahan taman kota atau RTH sebagian dari penataan wajah kota. Hal ini agar ada sesuatu yang baru dan bermanfaat dan dinikmati masyarakat sebagai paru – parunya kota,” jelas Wihaji.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman Ari Yudayanto mengatakan, penataan wajah kota sudah dimulai dengan jalan kota, taman – taman di beberap titik mulai batas barat Pekalongan – Batang, dari Arah Kendal – Batang yang Berada di Kuto Sari Gringsing, akan dipercantik.

Untuk penambahan RTH sudah dianggarkan Rp 5 miliar di tahun 2019. Anggaran tersebut dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. “Pemkab menyediakan lokasi yang sudah clean and clear perencanaanya sudah jadi dan lokasinya di Dukuh Kadilngu Kelurahan Kauman atau depan pabrik teh,” katanya

Ari juga mengatakan, lokasi yang akan digunakan sebagai taman kota tersebut masih berdiri beberapa bangunan seperti Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) dan tempat tinggal untuk berjualan.

“Walaupun aset pemkab, kita tetap manusiawi, akan kita cariakan solusi,” ucapnya.  (han/zal)