2019, Seluruh SMA Bisa UNBK

322
PANTAU UNBK : Plt Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, Sekda Sri Puryono dan Kadinasdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo usai memantau UNBK di SMAN 9 Semarang. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTAU UNBK : Plt Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, Sekda Sri Puryono dan Kadinasdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo usai memantau UNBK di SMAN 9 Semarang. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemprov Jateng optimistis seluruh SMAN di provinsi ini bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2019. Sebab, saat ini dari 35 kabupaten/kota, hanya tinggal 19 SMA yang masih belum bisa menggelar UNBK. Salah satu penyebabnya, lokasi sekolah yang jauh serta fasilitas di sekolah yang kurang.

Plt Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko mengatakan, 19 SMAN yang belum UNBK tersebar di beberapa daerah. Seperti Purworejo, Kabupaten Demak, Tegal, Kabupaten Semarang dan sejumlah daerah lain. Meski begitu, presentasinya cukup kecil jika dibandingkan dengan SMAN yang sudah ikut UNBK. “Itu hanya sekitar 1,26 persen dari jumlah SMAN yang sudah UNBK. Tahun depan kami optimistis seluruh SMA sudah bisa UNBK,” katanya disela memantau UNBK di SMAN 9 Semarang didampingi Sekda Jateng, Sri Puryono serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Gatot Bambang Hastowo.

Ia menambahkan, sebanyak 1.038 siswa  tetap mengikuti ujian secara tertulis atau Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Di Jateng sendiri SMA berjumlah 1.486 sekolah dengan 185.173 siswa. Meski begitu, Pemprov terus melakukan berbagai upaya agar proses UNBK bisa terlaksana di setiap sekolah se Jateng. “Sistem UNBK yang sudah berlangsung ini sangat bagus dan harus dijalankan. Tetapi kami juga berharap jangan sampai ada anak ujian tapi kesulitan menggunakan komputer,” tambahnya.

Pemprov terus melakukan upaya agar seluruh sekolah di Jateng bisa UNBK serentak. Untuk SMK se Jateng diakuinya sudah 100 persen menggelar UNBK.  Secara sarana prasana memang sudah tercukupi dan memadai semua. “Tahun depan, seluruh SMA kami harapkan sudah harus bisa UNBK,” tambah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Gatot Bambang Hastowo.

Dia menambahkannya, sejauh ini pelaksanaan UNBK di Jateng berjalan lancar dan aman. Semua sudah diantisipasi termasuk koordinasi dengan PLN agar tidak mati listrik saat pelaksanaanya. Selain itu, seluruh sekolah juga diminta untuk menyiapkan genset jika sewaktu-waktu dibutuhkan. “Semua masih berjalan lancar, dan tidak ada laporan gangguan,” tambahnya.

Ada beberapa penyebab utama mengapa 19 sekolah di Jateng belum bisa menggelar UNBK. Diantaranya lokasi sekolah jauh dari sekolah lain, dan kuota sekolah sekitar sudah habis karena jumlah komputer lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah siswa. Ia memastikan penyelenggaraan UNKP akan berlangsung dengan lancar, sebagaimana tahun sebelumnya, termasuk UNBK SMA yang berlangsung Senin-Kamis (9-12/4) mendatang. “Kami berupaya agar semua bisa UNBK. Dan sekolah juga terus mempersiapkan sarana dan prasarana,” tambahnya. (adv/fth/ric)