Oleh: Dra Ngamini
Oleh: Dra Ngamini

RADARSEMARANG.COM, KEGIATAN Pramuka merupakan salah satu komponen dari pendidikan. Utamanya, sebagai media pembinaan peserta didik. Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina peserta didik dalam mencapai kemampuan-kemampuan spiritual, intelektual, fisik, dan sosialnya.

Tujuan semua itu, agar mereka mampu, pertama, membangun kepribadian dan akhlak mulia peserta didik. Kedua, menanamkan semangat kebangsaan cinta tanah air dan bela negara bagi generasi muda. Ketiga, meningkatkan keterampilan generasi muda, sehingga siap menjadi warga masyarakat yang bermanfaat, manusia yang berjiwa patriot dan tangguh, serta calon pemimpin bangsa yang bisa diandalkan di masa depan. Melalui kegiatan Pramuka, peserta didik dibina dalam berbagai bidang kehidupan yang tertuang dalam Janji Pramuka (Tri Satya) dan Dasa Darma Pramuka.

Tri Satya, misalnya, berbunyi demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh; menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjalankan Pancasila; serta menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.

Sedangkan Dasa Darma, pertama, pramuka itu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; cinta alam dan kasih sayang sesama manusia; patriot yang sopan dan ksatria; dan patuh dan suka bermusyawarah. Selanjutnya, rela menolong dan tabah; rajin, terampil, dan gembira; hemat, cermat, dan bersahaja; disiplin, berani, dan setia; bertanggung jawab dan dapat dipercaya; dan suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Jika kita perhatikan dalam praktik kehidupan sehari-hari, akan kita jumpai adanya ketidaksesuaian darma tertentu di antara Dasa Darma. Semisal, darma ketujuh, yang berbunyi: hemat, cermat, dan bersahaja. Kenyataannya, peserta didik zaman sekarang, masih ada yang kecenderungan bergaya hidup boros (tidak hemat), dan punya keinginan apapun harus cepat (instan). Baik dalam pekerjaan, hasil, maupun makanan.

Contohnya, pada saat kegiatan perkemahan, mereka membawa makanan/ bekal berupa makanan instan dan minuman kemasan. Padahal, sebagus-bagus makanan adalah yang alami dari alam lalu di masak sendiri, tanpa bahan aditif yang berbahaya bagi tubuh.

Perilaku peserta didik ini tergolong perilaku hidup boros.. Hal yang sebaiknya dilakukan peserta didik adalah membawa bekal berupa bahan pokok yang lebih murah untuk dimasak. Sehingga kelebihan uang saku bisa ditabung. Dalam mengambil keputusan dan bertindak juga sering ceroboh (tidak cermat). Misalnya, dalam bertindak, peserta didik tidak memperhitungkan risiko yang akan dihadapi. Sehingga terkadang masalah sepele menjadi perkelahian. Akibatnya, masing-masing peserta didik mengalami kerugian.

Hal yang sebaiknya dilakukan peserta didik adalah memperhitungkan segala sesuatu secara cermat dan teliti dalam melakukan segala sesuatu. Untuk menanamkan darma ini dalam kehidupan sehari-hari, dapat dilakukan kegiatan perkemahan. Melalui kegiatan perkemahan, diharapkan peserta didik dapat berlatih untuk hidup secara hemat, bermusyawarah, dan mengambil keputusan secara cermat serta memiliki kebiasaan hidup bersahaja.

Untuk itu, seluruh pihak yang berhubungan dengan dunia pendidikan, perlu memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pramuka. Hal itu dapat dilakukan melalui penanaman kesadaran diri kepada peserta didik terhadap pentingnya penerapan nilai-nilai yang diajarkan melalui kegiatan pramuka dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. (*/isk)

Guru SMKN 1 Salam, Magelang