SEMINAR KESEHATAN : Dosen Fakultas Kedokteran UGM sekaligus Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUP Sardjito Yogyakarta, dr Irwan Taufiqurrachman, Sp.OG(K), dalam seminar ‘Premarital, Post Natal, Dilihat Dari Aspek Klinis & Laboratorium’, Sabtu (7/4) di aula Laboratorium Klinik Pramita Magelang. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
SEMINAR KESEHATAN : Dosen Fakultas Kedokteran UGM sekaligus Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUP Sardjito Yogyakarta, dr Irwan Taufiqurrachman, Sp.OG(K), dalam seminar ‘Premarital, Post Natal, Dilihat Dari Aspek Klinis & Laboratorium’, Sabtu (7/4) di aula Laboratorium Klinik Pramita Magelang. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemeriksaan kesehatan pranikah secara menyeluruh atau premarital menjadi penting dalam membentuk keluarga. Untuk itu, setiap pasangan harus mau melalui serangkaian proses dalam premarital.

“Premarital merujuk pada konseling secara menyeluruh terhadap pasangan. Dalam konseling tersebut akan bisa diketahui apakah pasangan tersebut masuk dalam risiko atau tidak. Dalam konseling ini ada keterbukaan secara menyeluruh dari pasangan,” tutur dosen Fakultas Kedokteran UGM sekaligus Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUP Sardjito Yogyakarta, dr Irwan Taufiqurrachman, Sp.OG (K), dalam seminar kesehatan ‘Premarital, Post Natal, Dilihat dari Aspek Klinis & Laboratorium’, Sabtu (7/4) lalu di aula lantai 3 Laboratorium Klinik Pramita Magelang.

Irwan menuturkan, konseling juga bisa mengetahui medical history atau riwayat kesehatan masing-masing pasangan apakah ada risiko diabetes miletus, epilepsi, hepatitis atau penyakit lainnya. Dalam konseling tersebut, menurut Irwan, akan dilanjutkan dengan screening test. “Nantinya juga diketahui dengan pemeriksaan rhesus di antara pasangan. Karena rhesus ini sangat penting diketahui agar nantinya mempunyai keturunan secara sehat dan diharapkan,” tutur Irwan.

Irwan juga mengingatkan bahwa saat kehamilan, seorang calon ibu jangan mengonsumsi vitamin secara berlebihan ataupun menganggap imunisasi sebagai faktor penting. “Kadang ada imunisasi yang justru tidak cocok diberikan ketika ibu sedang hamil, contohnya imunisasi MR,” jelas Irwan.

Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Magelang, dr Eka Aribawa mengapreasiasi kegiatan seminar kesehatan tersebut yang dapat memberikan pemahaman kepada para dokter maupun tenaga kesehatan tersebut. “Terlebih dengan adanya instruksi dari pemerintah bahwa tenaga kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan maksimal mungkin dengan memberikan biaya seminimal mungkin agar terjangkau oleh semua kalangan. Untuk itu, tenaga kesehatan juga harus menaati UU Kesehatan dan juga etika kesehatan,” jelas Eka.

Kepala Laboratorium Klinik Pramita, Arlene Sumadihardja, menuturkan, seminar kesehatan yang ini sebagai bentuk perhatian dan juga untuk memberikan pemahaman secara menyeluruh kepada para dokter maupun tenaga kesehatan lainnya. “Untuk itulah kami sengaja mengundang para dokter kandungan, bidan dan tenaga kesehatan lainnya untuk menyerap dari pemateri yang kami datangkan,” jelasnya. (had/lis)