BLUSUKAN : Cawagub Jateng Ida Fauziah saat melakukan serap aspirasi ke pedagang Pasar Pagi Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BLUSUKAN : Cawagub Jateng Ida Fauziah saat melakukan serap aspirasi ke pedagang Pasar Pagi Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Pasar tradisional adalah denyut nadi sekaligus jantung perekonomian rakyat. Karenanya, pasar harus dibangun dan dibenahi sehingga masyarakat nyaman dalam melakukan transaksi jual beli.

Demikian dikatakan Cawagub Jateng, Ida Fauziyah. Menurutnya, pembangunan pasar tradisional akan menjadi salah satu prioritas pembangunan ketika dirinya terpilih untuk memimpin Jateng bersama Cagub Sudirman Said.

Hal itu diungkapnya saat blusukan ke Pasar Pagi Kaliwungu yang mengalami kebakaran pada Agustus tahun lalu. Ia mengaku prihatin dengan kondisi pasar-pasar tradisional di beberapa daerah yang justru tidak menjadi perhatian pokok.

Padahal pasar tradisional ini setiap hari menjadi pusat ekonomi rakyat. dimana perputaran uang terjadi setiap hari di dalam pasar. Apalagi melihat para pedagang di Pasar Pagi Kaliwungu yang menempati lapak sementara, ia mengaku prihatin.

Mantan Ketua Fatayat NU itu banyak mendengar keluhan dari para pedagang. Ida menyampaikan bahwa sebagian besar pedagang meminta agar segera dibangun kembali Pasar Kaliwungu agar roda perekonomian berjalan lancar. “Sebagian pedagang lainnya ada yang masih trauma dengan puing-puing bekas bangunan yang terbakar. Makanya saya berharap sementara  menunggu pasar dibangun, agar puing-puing ini disingkirkan,” ujarnya.

Perihal pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu, diakuinya APBD Kendal tidak mampu untuk membangun. Sehingga harus dibantu dari APBN. “Kami akan membantu mengkomunikasikannya dengan DPRD Provinsi dan DPR, sehingga pasar ini bisa segera dibangun,” tandasnya.

Salah seorang pedagang, Muzairoh berharap Ida bisa membantu pedagang agar Pasar Pagi Kaliwungu segera dibangun kembali. Sehingga aktifitas perekonomian menjadi lancar kembali. “Sudah hampir satu tahun, tapi belum juga ada progres pembangunan,” keluhnya.

Sementara itu, Sekretaris Paguyuban pedagang Pasar Pagi Kaliwungu, Muhammad Mas’ud mengatakan akibat dari kebakaran itu omzet pedangang anjlok sebanyak 30 persen. (bud/ric)