33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Lebih Menarik Dibanding BKB

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – MEGA proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) terus dikebut. Sejak ground breaking 5 Jaunuari 2018 lalu, sudah mulai tampak progres yang signifikan. Diharapkan, mulai tahun depan, Kota Semarang terutama daerah timur, sudah tidak tergenang rob.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Sumberdaya Air, dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Prasetyo Budhie Yuwono, menjelaskan, proyek normalisasi senilai Rp 485 miliar ini akan dilakuan secara bertahap. Sesuai kontrak yang baru ditandatangani 21 Desember 2017 lalu, pengerjaan akan memakan waktu 720 hari kalender. Atau dari 27 Desember 2017, dan harus sudah selesai pada 16 Desember 2019.

Sungai yang dinormalisasi sepanjang 14,6 km ini memang tidak mungkin bisa digarap sekaligus. Karena itu, sebagai pengerjaan pertama, pihak kontraktor akan menggarap sepanjang 6,7 km dulu. Pengerjaan itu dibagi menjadi tiga paket. Mulai dari jembatan Majapahit-Jembatan Citarum, Jembatan Citarum-Jembatan kereta api Kaligawe, dan jembatan kereta api-muara pantai.

“Akan dilakukan galian alur sungai, pembuatan retaining wall, dan pembuatan parapet. Di bagian hilir akan dilakukan perkuatan tebing sungai dan tanggul tandah, serta tetrapod,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Agar penanganan banjir dan rob semakin efektif, pihaknya juga menggenjot proyek di Kali Tenggang yang sudah dimulai sejak 2016 silam. Proyek selama tiga tahun yang berakhir 2018 ini nantinya akan ada dua pintu air. Di Kali Seringin, ada pintu dengan pompa berkapasitas 10 kubik. Sementara pintu di Kali Tenggang, dilengkapi pompa berkapasitas 15 kubik.

“Kalau sudah selesai, tinggal menata keindahan estetikanya. Sepanjang tanggul bisa untuk area mancing atau taman bermain. Itu nanti akan ditata Pemkot Semarang,” katanya.

Proyek normalisaisi ini, lanjutnya, tidak hanya untuk mengatasi rob dan banjir di Semarang bagian utara saja. BKT juga bakal disulap menjadi destinasi wisata baru di Kota Semarang. Bahkan digadang-gadang lebih menarik ketimbang Banjir Kanal Barat (BKB). Lanskap yang didesain cukup menjanjikan.

“Bantaran BKT cukup luas. Bisa dimanfaatkan untuk fasum (fasilitas umum). Sebelah kiri dan kanan tanggul akan diatur sedemikan rupa agar tampak indah,” bebernya.

Kolam retensi di Kaligawe pun juga didesain semenarik mungkin. Sejumlah fasum pun disematkan agar penghuni rumah susun (rusun) bisa beraktivitas di sana. Baik siang maupun malam hari.

Dia pun berharap BKT bisa lebih indah dari BKB. Termasuk penataan kawasannya. Dikelola dengan baik agar benar-benar bisa dikanalisasi. “Ini bagian dari integrasi penyelesaian banjir, termasuk rob. Hari ini, pengerjaan di Kali Tenggang juga sedang berjalan untuk membantu menyelesaikan rob. Ending-nya juga mendapatkan hasil yang memuaskan dan indah untuk pariwisata,” paparnya. (amh/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ferry Fokus Penguatan Organisasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kepengurusan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah saat ini sedang terjadi gejolak. Meski begitu,  Ketua HIPMI Jawa Tengah periode 2017-2020...

94 Kg Daging Tak Layak

SALATIGA – Tim gabungan yang dipimpin Satpol PP Kota Salatiga berhasil menyita 94 kg daging tidak layak konsumsi dalam operasi nonyustisi di los daging...

Warga Bisa Berobat Gratis di Atas Kereta

SEMARANG - Ratusan warga yang tinggal di sekitar Stasiun Mangkang, Semarang berbondong-bondong mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop...

Strategi Mencetak Madrasah Unggul

RADARSEMARANG.COM - MADRASAH merupakan lembaga pendidikan formal setingkat sekolah, yang keberadaannya kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat sekitar, dikarenakan diidentikkan dengan pondok pesantren yang lulusannya...

Membangun Mimpi dari Atas Atap

Oleh: Dahlan Iskan ­ —-Ujian Rustono akhirnya mencapai batas. Berkat sumber air dari kuil itu, Rustono berhasil membuat tempe dengan sempurna. Berikut laporan wartawan Disway,...

Semarak Peringati Kemerdekaan di Panca Arga

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Menyemarakkan HUT ke-73 RI, digelar jalan sehat di perumahan Panca Arga Minggu (19/8). Kegiatan dihadiri Gubernur Akmil Mayjen TNI Eka Wiharsa, Wakil...