LEBIH INDAH: Normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang yang mulai dilakukan. (kiri) Lanskap fasilitas umum yang akan dibangun di kawasan Barito dan Jalan Unta Raya. Ada zona sarana rekreasi dan zona sarana olahraga. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEBIH INDAH: Normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang yang mulai dilakukan. (kiri) Lanskap fasilitas umum yang akan dibangun di kawasan Barito dan Jalan Unta Raya. Ada zona sarana rekreasi dan zona sarana olahraga. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – MEGA proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) terus dikebut. Sejak ground breaking 5 Jaunuari 2018 lalu, sudah mulai tampak progres yang signifikan. Diharapkan, mulai tahun depan, Kota Semarang terutama daerah timur, sudah tidak tergenang rob.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Sumberdaya Air, dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Prasetyo Budhie Yuwono, menjelaskan, proyek normalisasi senilai Rp 485 miliar ini akan dilakuan secara bertahap. Sesuai kontrak yang baru ditandatangani 21 Desember 2017 lalu, pengerjaan akan memakan waktu 720 hari kalender. Atau dari 27 Desember 2017, dan harus sudah selesai pada 16 Desember 2019.

Sungai yang dinormalisasi sepanjang 14,6 km ini memang tidak mungkin bisa digarap sekaligus. Karena itu, sebagai pengerjaan pertama, pihak kontraktor akan menggarap sepanjang 6,7 km dulu. Pengerjaan itu dibagi menjadi tiga paket. Mulai dari jembatan Majapahit-Jembatan Citarum, Jembatan Citarum-Jembatan kereta api Kaligawe, dan jembatan kereta api-muara pantai.

“Akan dilakukan galian alur sungai, pembuatan retaining wall, dan pembuatan parapet. Di bagian hilir akan dilakukan perkuatan tebing sungai dan tanggul tandah, serta tetrapod,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Agar penanganan banjir dan rob semakin efektif, pihaknya juga menggenjot proyek di Kali Tenggang yang sudah dimulai sejak 2016 silam. Proyek selama tiga tahun yang berakhir 2018 ini nantinya akan ada dua pintu air. Di Kali Seringin, ada pintu dengan pompa berkapasitas 10 kubik. Sementara pintu di Kali Tenggang, dilengkapi pompa berkapasitas 15 kubik.

“Kalau sudah selesai, tinggal menata keindahan estetikanya. Sepanjang tanggul bisa untuk area mancing atau taman bermain. Itu nanti akan ditata Pemkot Semarang,” katanya.

Proyek normalisaisi ini, lanjutnya, tidak hanya untuk mengatasi rob dan banjir di Semarang bagian utara saja. BKT juga bakal disulap menjadi destinasi wisata baru di Kota Semarang. Bahkan digadang-gadang lebih menarik ketimbang Banjir Kanal Barat (BKB). Lanskap yang didesain cukup menjanjikan.

“Bantaran BKT cukup luas. Bisa dimanfaatkan untuk fasum (fasilitas umum). Sebelah kiri dan kanan tanggul akan diatur sedemikan rupa agar tampak indah,” bebernya.

Kolam retensi di Kaligawe pun juga didesain semenarik mungkin. Sejumlah fasum pun disematkan agar penghuni rumah susun (rusun) bisa beraktivitas di sana. Baik siang maupun malam hari.

Dia pun berharap BKT bisa lebih indah dari BKB. Termasuk penataan kawasannya. Dikelola dengan baik agar benar-benar bisa dikanalisasi. “Ini bagian dari integrasi penyelesaian banjir, termasuk rob. Hari ini, pengerjaan di Kali Tenggang juga sedang berjalan untuk membantu menyelesaikan rob. Ending-nya juga mendapatkan hasil yang memuaskan dan indah untuk pariwisata,” paparnya. (amh/aro)