PTUN Kabulkan Gugatan Lina

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Perjuangan Lina Hidayati untuk menduduki jabatan Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu akhirnya terijabah. Pasalnya, gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang dikabulkan. Terbukti, putusan majelis hakim memerintahkan kepada Termohon dalam hal ini Kepala Desa Kumpulrejo untuk mengangkat dan melantik Lina sebagai perangkat desa dengan jabatan Kasi Pemerintahan yang sah.

Dalam kasus ini, Lina merupakan salah satu peserta tes seleksi perangkat desa masal yang digelar pertangahan Desember 2017. Dalam tes tersebut, Lina memperoleh nilai tertinggi. Padahal sesuai Peraturan Bupati (Perbup), sedianya calon perangkat desa yang memperoleh nilai tertinggi dilantik.

Tapi Kepala Desa Kumpulrejo, Agus Mumpuni enggan melantik dengan alasan adanya gugatan dari salah seorang peserta yang memperoleh peringkat dua. Karena merasa ada ketidakadilan, akhirnya Lina mengajukan gugatan ke PTUN.

“Gugatan kami dikabulkan. Bahkan, dalam amar putusan menyebutkan jika kepala desa wajib melantik klien kami Lina Hidayati selambat-lambatnya lima hari setelah putusan ini dibacakan,” kata Kuasa Hukum Lina, Bangkit Mahanantiyo.

Atas putusan PTUN ini, menurutnya, Kades Agus harus tunduk dan menjalankan putusan. Sebab keputusan ini, diakuinya, sudah bersifat final dan mengikat. “Aturannya jelas yakni Pasal 26 ayat 2 Undang-undang (UU) nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, Junto Pasal 4 ayat 1 Permendagri nomor 83 tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa,” tuturnya.

Dikatakannya, jika tindakan Kepala Desa Kumpulrejo yang tidak melantik dan mengangkat kliennya adalah tindakan yang salah dan tidak berdasar hukum. “Maka kami meminta agar Kades Kumpulrejo meminta maaf kepada klien kami, karena telah merugikan klien kami yang sedianya saat ini sudah menduduki jabatan yang menjadi haknya,” jelasnya.

Jika Kades tidak kooperatif dalam menjalankan putusan ini, pihaknya akan menempuh upaya hukum baik secara perdata, pidana maupun administratif. “Ini menjadi pelajaran atas kasus lain. Sebab, selain kami, ada juga perangkat desa lain yang dirugikan karena tidak dilantik,” tambahnya.

Sementara Lina Hidayati mengaku senang, akhirnya perjuangannya untuk mendapatkan haknya sebagai perangkat desa selama tiga bulan terakhir menuai kemenangan. “Harapan saya bisa segera dilantik sebagai Kasi Pemerintahan Desa Kumpulrejo,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Agus Mumpuni mengatakan jika pihaknya siap menjalankan perintah pengadilan, untuk melantik Lina sebagai Kasi Pemerintahan. Namun saat ini pihaknya masih menungu salinan putusan dari PTUN Semarang. “Kami warga yang taat hukum, pasti kami lantik,” tandasnya. (bud/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Arloji Kulit nan Trendi

MAGELANG - Setiap perempuan lebih percaya diri jika mengenakan perhiasan mewah. Bagi pria, arloji atau jam tangan akan menjadi bagian penting dalam menunjang...

Harini Sempat Menolak Dinaikkan Mobil Tahanan

MANYARAN - Harini Krisniati benar-benar sedang diuji. Setelah menyandang status tersangka dan ditahan di Lapas Wanita Bulu, Senin (1/6) kemarin, mantan Sekda Kota Semarang...

Tiga Penipu Masuk Undip Divonis Berbeda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Putusan berbeda dijatuhkan terhadap tiga terdakwa kasus penipuan terhadap Muslimin Ahmad, dengan modus bisa meloloskan masuk Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) Semarang...

Ingin Jadi Humas Pasar Tradisional

PASAR tradisional tidak boleh kalah dengan pasar modern atau supermarket. Prinsip itulah yang dipegang Octa Sakti Sila Ayuningtyas. Sudah 3 tahun ini, Octa mengelola...

More Articles Like This

- Advertisement -