33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Hanya di Jateng, Petani dapat Pupuk 100 Persen RDKK

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk meminta tambahan pupuk bersubsidi ke Kementerian Pertanian membuahkan hasil. Petani di Jawa Tengah kini mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai kebutuhannya, tanpa batasan kuota.

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam (ISDA) Setda Provinsi Jateng, Peni Rahayu, mengatakan, Kementerian Pertanian sudah memberi izin untuk Jateng menerapkan distribusi pupuk bersubsidi 100 persen RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

Dengan juklak itu, petugas input data kartu tani harus bekerja lembur beberapa hari terakhir. Per 5 April data dalam kartu tani setiap petani sudah berubah. “Keluar di data petani bukan lagi alokasi tapi sesuai RDKK, silakan yang sudah punya kartu dicek lagi,” katanya, Jumat (6/4) di Semarang.

Peni menggaransi stok pupuk di pengecer cukup untuk satu tahun, baik masa tanam I, II, dan III. Jika ada yang kurang maka akan ada penambahan stok pada bulan Juni.

Menurutnya, kartu tani tak perlu menjadi polemik karena justru menjamin hak petani mendapatkan pupuk bersubsidi. Namun, dalam penerapannya, petani perlu membiasakan dengan sistem baru.

Untuk itu, ia menggarisbawahi tiga hal. Pertama, untuk petani yang sudah mendapat kartu tani bisa membeli dengan tunai dan mendapatkan pupuk 100 persen RDKK. Kedua, petani yang belum mendapatkan kartu tani namun sudah masuk kelompok tani dan memiliki data RDKK, bisa membeli dengan hanya menunjukkan KTP.

Ketiga, petani yang belum masuk kelompok tani diminta segera mendaftar agar dapat mengusulkan RDKK. Tanpa masuk kelompok, petani tak bisa mengusulkan RDKK dan otomatis tak bisa membeli pupuk bersubsidi.

“Yang belum masuk RDKK didata lagi, mau petani pemilik lahan, sewa atau lahan Perhutani bisa masuk semua. Penyuluh diberi waktu sampai 10 April untuk masukkan RDKK tambahan,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Yuni Astuti, menambahkan, sebelumnya pupuk menjadi terkesan susah didapatkan karena alokasi dari pusat sangat kurang.  Urea hanya mendapat alokasi 92,8 persen dari RDKK, SP-36 48,48 persen, ZA 69,52 persen, NPK 48,51 persen, dan organik 24,66 persen. “Maka kita matur ke dirjen minta untuk Jateng dapat 100 persen RDKK, 2 April dijawab diperbolehkan,” ujarnya.

Pekerjaan rumah selanjutnya adalah memastikan stok di pengecer cukup. Pihaknya membuat sistem manajemen kontrol dan monitoring pupuk subsidi. Begitu ada kekurangan, pengecer segera melapor untuk mendapatkan tambahan dari pabrikan. Sedangkan untuk kendala di lapangan seperti jaringan online untuk EDC yang bermasalah juga sudah diatasai dengan back up sistem manual. “Setiap pengecer punya buku data RDKK, jadi pencatatan bisa dilakukan lewat situ,” katanya. (amh/kom/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...