33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Hafal Alquran, Pernah Belajar di Ponpes Yusuf Mansur

Muhammad Wahyono, Tanpa Tangan dan Kaki Ikhlas Jadi Guru Ngaji

Another

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat...

RADARSEMARANG.COM – Keterbatasan fisik tidak menyurutkan semangat Muhammad Wahyono, 20, untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat. Meski tidak punya kedua tangan dan kedua kaki, dirinya bersemangat berbagi ilmu agama Islam kepada orang lain.

LUTFI HANAFI, Batang

MUHAMMAD Wahyono tercatat sebagai warga Dusun Kebonagung, Desa Kembangan, Kecamatan Blado, Batang. Di desanya, pria kelahiran 28 Februari 1998 ini akrab disapa Gus Amad. Sejak lahir Wahyono sudah tidak memiliki tangan dan kaki. Dia adalah bungsu dari 9 bersaudara. Kedua orangtuanya, Darsono dan Warni, telah lama berpulang.

Sejak ditinggal orang tua, Wahyono yang memang tak bisa melakukan apa-apa itu dirawat oleh semua kakak-kakaknya. Namun, karena mereka tinggal berjauhan, maka Wahyono lebih banyak diasuh dan dirawat oleh kakak ke delapannya, Saudi.

Saudi mengajarkan Wahyono membaca huruf latin dan mengaji. Ketika sudah bisa membaca Aluran dengan baik, Wahyono diajak Saudi mondok di Pesantren Miftahul Huda di Boja, Kendal. Di pesantren ini, Wahyono langsung dibimbing oleh pimpinannya KH Hasyim Masduqie yang dikenal sebagai Al Hafidz atau penghafal Alquran. Di pesantren itu, Wahyono terus mengasuh kemampuannya menghafal Alquran.

Selain memiliki kemampuan menghafal Alquran, Wahyono juga memiliki kemampuan melantunkan sholawat dengan suara yang bagus. Itu pula karenanya, dia sering diundang orang untuk mengisi acara-acara, seperti maulidan atau hajatan lainnya.

Memiliki tubuh yang tidak sempurna sekaligus memiliki kemampuan yang luar biasa ini, membuat Wahyono sering dikunjungi orang. Di kampungnya, hampir sepanjang hari rumah Wahyono tak sepi dikunjungi tamu. Para tamu yang datang berkunjung tentu memiliki niat dan tujuan yang berbeda.

Karena tidak memiliki tangan dan kaki, setiap harinya dalam beraktivitas, ia pun dibantu Saudi. Ia siap mengantar kemanapun adiknya pergi menggunakan kursi roda maupun dengan  digendong untuk menghadiri majelis – majelis pengajian maupun belajar. Amad juga pernah belajar Alquran di Pondok Pesantren milik ustadz Yusuf Mansur.

“Saya tidak mengajar mengaji Alquran, tapi saya berusaha untuk belajar bersama – sama untuk selalu mendekatkan dengan Sang Khaliq yang menciptakan kita,” katanya merendah saat menerima kunjungan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang, Uni Kuslantasi Wihaji di rumahnya, Jumat (6/4).

Hebatnya lagi, meski sulit berjalan, Wahyono tak pernah absen untuk salat berjamaah di masjid terdekat. Tanpa ragu Wahyono menggelindingkan tubuhnya agar sampai ke barisan (shaf). Saat mendirikan salat, Wahyono lebih memilih berbaring karena akan lebih memudahkannya. Berkat ketaatannya dalam menjalani ibadah, sejumlah orang mengungkapkan kekagumannya terhadap Wahyono.

Menurut Uni, dengan segala keterbatasan yang dimiliki Wahyono, malah membuat dirinya menjadi orang yang istimewa, karena bisa bermanfaat bagi orang banyak.  “Kita seharusnya instropeksi betapa kayanya kita yang memiliki kesempurnaan fisik dari ujung kaki sampai rambut, tapi terkadang kita lupa dengan semunya,” ujarnya.

“Setelah kita bersilaturahmi dengan saudara – saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik atau difabel, kita harus banyak bersyukur dan banyak belajar dengan mereka, karena kita terkadang lupa melihat dunia dan kita belum memberikan mafaat bagi masyarakat banyak,” tambah Uni.

Ia juga mengatakan, menjelang Hari Ulang Tahun ke-52 Kabupaten Batang, Pemkab Batang berusaha mengajak kaum difabel untuk bisa merasakan kemeriahannya dengan berbagi. Pemkab juga memberikan santunan kepada sedikitnya 200 penyandang difabelitas.  “Walaupun santunan yang diberikan tidak seberapa, tetapi inilah bentuk kepedulian dan kasih sayang pemerintah kepada sesama,” katanya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

Baru Kali Ini Ada Yang Sampai Naik Pohon buat Joget (12)

Sembilan lagu Didi Kempot berhasil menggoyang panggung dan ribuan penonton Synchronize Fest 2019 sampai pukul 1 dini hari. Sebenarnya sudah siap tampil di festival...

More Articles Like This

Must Read

Kekurangan 2.175 PNS

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Selama empat tahun berturut-turut atau sejak 2013 lalu, di Kabupaten Temanggung tidak ada perekrutan CPNS sehingga menyebabkan berkurangnya jumlah pegawai negeri...

Sendirian di WC, Balita Terkubur Longsor

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO—Hujan yang terus-menerus mengguyur wilayah Kecamatan Kepil  selama dua hari berturut-turut, menyebabkan longsor  di 5 titik di Desa Burat. Di  titik Dukuh Krajan,...

PLN Tidak Jual Alat Penghemat Listrik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – PLN Area Magelang meminta warga agar berhati-hati terhadap modus jual beli alat penghemat listrik. Saat ini belum ada alat khusus yang...

Sulap Sampah Jadi Gaun Indah

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Sampah tak terpakai, biasanya langsung masuk tong sampah atau tempat pembuangan. Tapi di tangan para siswi SMA 1 Kaliwungu, sampah plastik...

Temukan Distributor Nakal, Jual Gula Langgar HET

SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Staf Khusus Kementerian Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan Eva Yuliana, geram mendapati adanya...