10 C
Semarang
Jumat, 20 November 2020

Waspadai, Target Pelaku Culik Perempuan

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Dua pelaku kejahatan lintas provinsi, diringkus aparat Polrestabes Semarang. Pelaku sangat meresahkan, lantaran aksi penculikan menyasar perempuan, kemudian diseret ke dalam mobil untuk dirampas harta bendanya. Bahkan, pelaku tak segan menganiaya korbannya bila tidak menyerahkan barang berharganya.

Dua pelaku bernama Erwin, alias EW, 40, asal Lampung dan Amir alias AR, 39, warga Serang, Banten. Erwin dan Amir dilumpuhkan dengan timah panah oleh petugas saat ditangkap di tempat persembunyiannya di Hotel Annisa Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang, Selasa (3/4), pukul 11.00.

Sedangkan korbannya bernama Ir Sri Murtini, 51, warga Jalan Batan Timur Raya Kelurahan Miroto Kecamatan Semarang Tengah yang diculik saat berada di halte BRT Jalan Setia Budi Banyumanik, Minggu (4/2) pukul 09.30. Korban kala itu, sedang menunggu rekannya. Namun dalam kondisi gerimis, dihampiri mobil Daihatsu Xenia warna Silver yang dikemudikan oleh AR.

Korban terperdaya lantaran pelaku pura-pura memanggil dan melambaikan tangannya agar masuk ke dalam mobil. Korban tak merasa curigai, namun saat di dalam mobil, ternyata bukan rekannya yang ditunggu. Belum sempat berontak, pelaku langsung melancarkan aksinya melucuti harta benda korban.

Atas kejadian ini, barang berharga milik korban di dalam tas berupa perhiasan kalung emas, gelas emas, handphone Oppo dan powerbank, serta uang tunai Rp 1 juta, berhasil dibawa kabur pelaku. Setelah pelaku Erwin berhasil melucuti harta benda korban, tersangka Amir menghentikan laju mobilnya di tengah perjalanan Jalan Tol Manyaran untuk menurunkan korban.

Selang tak berapa lama, dua pelaku melakukan kejahatan yang sama di Jalan Tusam Banyumanik, pada 15 Maret 2018, pukul 09.30. Korbannya RR Susi Kadarwati, 69, warga Jalan Gaharu Utara Kelurahan Srondol Wetan Banyumanik.

Modusnya sama, korban diturunkan di Jalan Tol Manyaran setelah dilucuti harta bendanya. Dari aksinya ini, pelaku berhasil membawa kabur tiga cincin emas, dua kalung emas, satu liontin, dan uang tunai Rp 3 juta.

Akibat kejadian ini, korban tak hanya mengalami kerugian harta benda, tapi mengalami wajah lebam dan luka pada pelipis kanan dan kiri, kepala bagian luka robek, dan luka pada leher bekas cekikan. Sedangkan korban RR mengalami luka memar pada mata kanan, lebam pipi dan bagian telinga kiri, serta kepala bagian belakang lebam.

Wakil Kepala (Waka) Polrestabes Semarang, Enrico Silalahi mengatakan penangkapan terhadap para pelaku tersebut, setelah korban melaporkan kejadian yang dialaminya. Lantas dilakukan penyelidikan dan berhasil menangkap dua pelaku, di daerah Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. “Pelaku yang ditangkap dua orang, Erwin dan Amir. Ini merupakan kelompok Sumatera, pelaku tidak dari Jawa Tengah,” ungkapnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis (5/4) kemarin.

Enrico membeberkan, modus pelaku dalam menjalankan aksinya dengan berpura-pura kenal korban yang sedang berada di pinggir jalan. Kemudian, disuruh masuk ke dalam mobil dan langsung melakukan penganiayaan dengan melucuti harta benda. Setelah itu, korban diturunkan dan ditinggalkan di jalan tol. “Sasaran korban perempuan berumur 50 tahunan. Para tersangka ini melihat situasi, ketika sedang sendirian atau sepi, langsung melakukan aksinya, menghampiri korban,” bebernya.

Enrico juga mengatakan, mobil pelaku yang digunakan untuk melancarkan aksinya menggunakan plat nomor yang sedikit diburamkan. Diduga, cara ini agar tidak terlacak korban maupun masyarakat lainnya. Pihaknya juga akan melakukan penyelidikan lebih dalam guna mengetahui asal muasal mobil tersebut. “Ini masih kami dalami, apakah mobil hasil kejahatan atau tidak. Peran AR ini yang mengemudi, yang eksekusi dari Lampung, EW, residivis kasus penganiayaan,” katanya.

Sejauh ini, di wilayah hukum Polrestabes Semarang baru dua korban yang melapor ke kepolisian. Namun demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres di lingkungan Polda Jateng. Menurut Enrico, tidak menutup kemungkinan, para pelaku juga telah melancarkan aksinya di daerah lain. “Kemungkinan ada TKP lain, kami sedang melakukan pengembangan. Ini bukan hanya sekali, tapi sudah lintas kota dan lintas provinsi dalam melakukan aksinya,” katanya.

Sementara, Erwin mengakui sebagai eksekutor dan rekannya Amir berperan mengemudikan mobil yang dirental dari Serang. Hanya saja, Erwin berdalih baru melakukan aksi kejahatan delapan sejak tiga bulan lalu. “Melakukan baru tiga bulan, di Semarang 2 kali, di Jogja sekali, Magelang 2 kali, Solo 1 kali, Klaten, Ponorogo. Yang di Magelang cuma dapat duit Rp 150 ribu, terbanyak di Semarang, saya jual di Ambarawa dapat Rp 13 juta sama uang,” ungkapnya.

Erwin juga mengakui melakukan kejahatan di luar Sumatera supaya tidak dikenal orang. Bahkan, ia tak segan melakukan kekerasan terhadap para korban yang tidak mau menyerahkan harta bendanya. “Caranya keliling, sasaran ibu-ibu. Terus saya pura-pura nanya, Kamu mau kemana, pulang. Ayo naik. Kalau tidak mau menyerahkan barang-barangnya ya saya pukuli,” katanya.

Saat ini, pelaku masih mendekam di ruang tahanan Mapolrestabes Semarang guna proses hukum lebih lanjut. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 365 KUHP ayat 1 dan ayat 2 ke 2 KUHP, terkait pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (mha/ida)

 

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...