RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Sebanyak tujuh dari 23 kelurahan yang ada di Kota Salatiga harus mendapatkan perhatian ekstra. Pasalnya, ketujuh kelurahan itu tingkat kemiskinan paling menonjol. Angka kemiskinan ini bisa meningkat karena masyarakat yang berpendapatan rendah.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris, Menurutnya, dari data tahun lalu, daerah yang masih perlu perhatian adalah di kelurahan Mangunsari, Dukuh, Sidorejo Lor, Kelurahan Kumpulrejo, Kutowinangun Lor, Kelurahan Noborejo dan Kelurahan Blotongan.“Menurut data dari tahun 2017 saja tingkat kemiskinan Kota Salatiga  sebesar 5,07 persen,” jelas Muh Haris.

Ditandaskan dia, perlu adanya sinergitas bersama dalam menangani kemiskinan yang ada di tujuh wilayah di Kota Salatiga.  Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat bisa lebih berdaya aktif dalam  membangun lingkungannya. Menurutnya, sinergitas program penanggulangan kemiskinan antara pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat di kota ini sangat diperlukan guna menekan angka kemiskinan di Kota Salatiga.

“Menangani  kemiskinan harus dilakukan secara fokus, keroyokan dan berkesinambungan. Terlebih untuk penanganan kemiskinan di tujuh kelurahan  tadi. Kita akan prioritaskan dan entaskan terlebih dahulu. Kita juga akan berupaya untuk menurunkan tingkat kemiskinan kota yang mencapai 5,07 persen menjadi sekitar 4,5 persen,“ paparnya.

Muh Haris yang juga selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Salatiga mengatakan bantuan sosial melalui  Corporate Social Responsibility (CSR) juga sangat dibutuhkan untuk memberdayakan masyarakat dengan ekonomi kreatifnya maupun dengan program lain yang membangun masyarakat. “Saya tekankan untuk semua unsur kemitraan bisa berperan aktif,  bisa lebih optimal dalam penanggulangan kemiskinan untuk kota Salatiga ini,” Harapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Kadin Kota Salatiga Arso Adji Sadjiarto. Dirinya menyatakan bahwa tanggung jawab sosial dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi CSR dari dunia usaha sangat berperan. Komitmen bersama harus dilakukan dengan
baik, sehingga program di masyarakat bisa dikembangkan dengan baik pula sebagai salah satu perwujudan tanggung jawab sosial.“Pemberdayaan masyarakat harus bisa dilakukan secara terprogram, terbina, terevaluasi dan berkelanjutan, “ imbuh dia.

Arso juga mengajak para pengusaha dan pelaku usaha untuk bersama-sama memberikan  perhatiannya kedalam lingkungan masyarakat untuk membangun dan menata kehidupan lingkungan sosial di Kota Salatiga. (sas/bas)