Polisi Pekalongan Bongkar Rumah Janda

2057
PEDULI – Anggota Polsek Pekalongan Utara Polres Pekalongan Kota melakukan bedah rumah salah satu janda tua di lingkungan setempat. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI – Anggota Polsek Pekalongan Utara Polres Pekalongan Kota melakukan bedah rumah salah satu janda tua di lingkungan setempat. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Rumah janda tua Mbah Jasmi,70, yang hidup sebatang kara di daerah Salam Manis RT 3 RW 13, Kelurahan Kandang Panjang Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan dibongkar paksa oleh anggota Polsek Pekalongan Utara.

Rumah berukuran kurang lebih 4 x 4 meter yang terbuat dari kayu dan sudah lapuk ini, dibongkar karena tidak layak huni. “Kami anggota polisi tergerak hati, karena melihat rumah seoarang janda sebatang kara sangat tidak layak huni. Kami berinisiatif membongkar dan membangun yang lebih baik,” ucap Kapolsek Pekalongan Utara Kompol Agus Riyanto, Jumat (6/4).

Diceritakan Agus, rumah tersebut sangat memprihatinkan. Atapnya banyak yang berlubang, kayunya lapuk. Kondisi bangunan seperti itu sangat membahayakan bagi penghuninya, sebab bisa saja roboh sewaktu-waktu karena hujan deras, angin kencang. Apalagi di daerah setempat rawan air rob, yang berpengaruh dengan kekuatan fondasi bangunan.

Dikatakan lebih lanjut, jajaran Polsek Pekalongan Utara sebenarnya sudah  membongkar rumah tersebut pada akhir bulan lalu, Jumat (30/3). Selain anggota polsek, warga sekitar juga ikut membantu. Mulai dari merobohkan rumah hingga membangun kembali menjadi rumah layak huni.

Disampaikan, sebelumnya pihaknya telah berkoordinasi dengan BKM dan kelurahan setempat. Bedah rumah ini wujud perhatian kepada masyarakat tidak mampu. Selain itu, menunjukkan kepada masyarakat bahwa Polri di samping sebagai penegak hukum juga menjadi pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat.

“Kami menargetkan pembongkaran dan pembangunan rumah Mbah Jasmi ini selesai dalam 10 hari, atau hari Minggu (8/4) besok,” sebut Agus.

Untuk pembuatan rumah tersebut, pihaknya mengeluarkan biaya hingga Rp 17 juta. Dana tersebut berasal dari bantuan masyarakat, berupa material bangunan. Sedangkan biaya pembangunan gotong-royong bersama. Warga sekitar juga membantu makan dan minum pekerjanya.

Sementara itu, Mbah Jasmi mengaku sangat senang dan berterima kasih dengan bantuan bedah rumah tersebut. ”Semoga kepedulian ini mendapat pahala setimpal dari Allah,” doanya. (han/lis)