Pemindahan Lapak PKL Jadi Sorotan

265
Zayinul Fata (IST)
Zayinul Fata (IST)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Pemindahan lapak pedagang kaki lima (PKL) di jalan lambat Sultan Fatah Kota Demak mendapat sorotan dari DPC PKB Demak. Sekretaris DPC PKB, Zayinul Fata menegaskan, relokasi PKL dinilai tidak mencerminkan kebijakan yang pro rakyat kecil.

“Semangat yang dibangun dan ditanamkan Walisongo dan Kasultanan Demak Bintoro adalah mengayomi dan melindungi wong cilik dan bukan sebaliknya,” ujar Zayin, Kamis (5/4), kemarin.

Menurutnya, mestinya program kerakyatan dijalankan sehingga masyarakat kecil bisa sejahtera. “Kita tidak ingin PKL digusur. Sebab, penggusuran itu identik dengan merampas kehidupan masyarakat kecil,” katanya.

Zayin menambahkan, indikator daerah maju salah satunya adalah tumbuhnya ekonomi di sektor informal yang harus mendapatkan perhatian. Karena itu, PKL merupakan potret elemen masyarakat yang hidupnya bukan mencari kekayaan. Namun, mereka hanya mencari sesuap nasi untuk menghidupi keluarganya.

“Mereka berjualan demi kelangsungan hidup keluarganya. Melihat kondisi ini, tentu pemindahan PKL bertentangan dengan rasa keadilan masyarakat. Kita minta Fraksi PKB di DPRD untuk mengkritisi masalah kebijakan tentang PKL ini. Sebab, ini terkait dengan hajat hidup rakyat kecil,” kata Zayin.

Dia juga berharap, bupati sebagai kepala daerah dapat berkomunikasi baik dengan DPRD dan stakeholder lainnya. “Semua harus kompak membangun Demak ini. KIta tidak bisa berjalan sendiri sendiri,” katanya.

Bupati Demak HM Natsir dalam beberapa kesempatan mengatakan, pemindahan PKL ke lokasi yang baru di Stadion Pancasila sebagai bagian dari upaya Pemkab Demak untuk penataan kota. Karena itu, ia berharap relokasi itu dapat berjalan lancar.  “Kita ingin dapat Adipura. Karena itu, kota harus ditata, termasuk PKL ya ditata sedemikian rupa. Kita tata PKL dengan baik baik dan berharap ekonomi mereka lebih meningkat,” ujar bupati. (hib/bas)