Konsumen Harus Cerdas 

412
SENAM SEHAT- Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop-UKM) menggelar senam sehat dan sosialisasi konsumen cerdas di halaman setda setempat, Jumat (6/4) pagi. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SENAM SEHAT- Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop-UKM) menggelar senam sehat dan sosialisasi konsumen cerdas di halaman setda setempat, Jumat (6/4) pagi. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan mengharuskan masyarakatnya menjadi konsumen cerdas, terhadap produk yang dibeli. Konsumen harus kritis dan berani memperjuangkan haknya apabila barang atau jasa yang dibeli tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

“Dalam membeli tegakkan hak dan kewajiban Anda selaku konsumen,” tegas Kepala Dindagkop UKM Kota Pekalongan, Zaenul Hakim usai senam sehat dan sosialisasi konsumen cerdas di halaman kantor Setda Kota Pekalongan, Jumat (6/4).

Zaenul juga memberikan 6 kiat menjadi konsumen cerdas. Yakni, teliti sebelum membeli, perhatikan label, manual kartu garansi (MKG), masa kedaluwarsa, pastikan produk sesuai dengan SNI dan standar mutu K3L (kesehatan, keamanan, dan keselamatan juga lingkungan). Juga, membeli sesuai kebutuhan bukan keinginan, dan cermati klausa baku sebelum menandatangani kontrak.

“Sosialisasi ini memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya perlindungan konsumen. Sehingga dapat mewujudkan konsumen yang cerdas, kritis dan memiliki kesadaran bertindak baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungannya,” jelasnya.

Senam sehat dan sosialisasi, disebutkan juga dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-112 Kota Pekalongan. Sekda Kota Pekalongan Hj Sri Ruminingsih bersama seluruh kepala OPD turut serta berbaur dengan masyarakat ikut senam sehat.

Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz menambahkan masalah perlindungan konsumen merupakan salah satu hal penting yang sedang berkembang saat ini. Terutama dengan banyaknya kasus-kasus yang terjadi di masyarakat. Seperti adanya penggunaan bahan berbahaya untuk pangan, peralatan makan dan minum bermelamin yang mengandung formalin. Juga, barang yang sudah kedaluwarsa, masalah SNI palsu dan yang paling hangat adalah parasit cacing pada ikan makarel dalam kaleng.

“Perlu keseriusan dan iktikad yang kuat dari seluruh stake holders dalam melaksanakan amanat perlindungan konsumen sesuai fungsi dan kewenangannya masing-masing,” terang wali kota. (han/lis)