Dukung Santri Kembangkan Wirausaha

476
SENTRA KERUDUNG : Cagub Jateng Ganjar Pranowo saat mengamati produk kerudung koleksi santri di Rembang yang meraup omset miliaran rupiah. (istimewa)
SENTRA KERUDUNG : Cagub Jateng Ganjar Pranowo saat mengamati produk kerudung koleksi santri di Rembang yang meraup omset miliaran rupiah. (istimewa)

RADARSEMARANG.COM, REMBANG – Santri menyimpan banyak potensi. Salah satunya menggeluti wirausaha. Contohnya kalangan santri di Rembang yang mampu menghasilkan industri kerudung beromset miliaran rupiah. Pelanggannya berderet-deret hingga seluruh Indonesia.

Elfa Collection adalah salah satu workshop yang berhasil mengkonsolidasi kekuatan ekonomi kreatif para santri. Toko yang berada di Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang ini mengumpulkan kerudung buatan ibu-ibu sekitarnya untuk dijual ke luar daerah.

Pembelinya selain dari Rembang sendiri juga dari luar kota, bahkan luar pulau. “Surabaya, NTT, Makassar, banyak,” kata Yoyok Widodo, pemilik Affa, menerangkan pada Ganjar Pranowo yang mengunjungi tempat usahanya Kamis (5/4).

Workshop ini berada di lingkungan Pondok Pesantren As Suniyyah. Sejak berdiri 2005, Elfa berhasil meningkatkan penjualannya secara pesat. “Sekarang per bulan sudah sampai satu miliar omzetnya, kalau sepi ya 600 an juta,” terang Widodo. Tak jauh dari Elfa, ada Affa Collection. Yang ini lebih ke bordir. Baik untuk kerudung maupun badge, tas, kaos dan sebagainya.

Menurut Ganjar, bisnis kerudung dan bordir cerdas menangkap peluang karena keberadaannnya di sekitar pondok. Mereka mengerti apa produk yang bisa dikembangkan di sekitar pesantren. Mereka menumbuhkan ekonomi kerakyatan.

Ketika usaha sudah kuat seperti Alfa dan Affa, pemerintah tidak perlu intervensi terlalu banyak. Dukungan pemerintah hanya diperlukan misalnya dalam hal akses permodalan dan pelatihan pengembangan usaha.

Usaha berbasis pesantren menurut Ganjar selaras dengan program ekotren yang akan digulirkan pasangan Ganjar-Yasin. Selain fashion, pasangan ini membidik sentra perkulakan sembako. “Kita bikin sentra perkulakan dengan sumber daya yang banyak dari lokal dengan titiknya di pondok,” terangnya.

Selain sebagai penguat kemandirian pesantren, usaha tersebut juga efektif sebagai sarana dakwah karena interaksi yang kental dengan masyarakat umum. Secara khusus dakwah juga bisa disusupkan melalui produk kaos dengan desain sablon modern.

“Kita lihat tadi kaos yang desainnya modern tapi nuansa Islamnya dari tradisi pondok. Maka dakwahnya bisa masuk di kalangan milenial. Misal kaos desain Spiderman yang ternyata dibuat santri ini,” jelasnya. (amh/ric)