Oleh : Annisa Kurniawati, S.Pd
Oleh : Annisa Kurniawati, S.Pd

RADARSEMARANG.COM – BABAK Baru Sekolah Menengah Kejuruan diawali dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan bertujuan untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia yang kemudian menjadi rujukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan SMK untuk mengimplementasikan program revitalisasi SMK di seluruh Indonesia. Dikatakan babak baru karena dengan revitalisasi SMK diharapkan dapat mengantisipasi datangnya era milenial dengan segala teknologi yang menyertainya, yang kedua orientasi pengembangan keunggulan potensi wilayah sebagai keunggulan nasional untuk menciptakan daya saing bangsa.

Untuk menghadapi tantangan ini, seluruh sekolah menengah kejuruan mulai berbenah, memang tidak mudah, tetapi tetap harus dilakukan. Langkah pertama yang dilakukan oleh sekolah adalah mulai mengembangkan kurikulum dan sistem pembelajarannya. Proses standarisasi dan sertifikasi serta penyusunan kurikulum melibatkan pihak-pihak terkait, terutama sinergi sekolah dan industri. Dengan demikian, siswa dididik sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Langkah ini diharapkan menjadi jembatan emas  yang bisa menyalurkan tenaga kerja ke industri dan dunia usaha yang menjadi mitra sekolah dan mengisi pasar tenaga kerja terampil di luar negeri yang relevan.

Langkah kedua, perluasan model pembelajaran teaching factory. Program Teaching Factory (TEFA) merupakan perpaduan pembelajaran yang sudah ada yaitu Competency Based Training (CBT) dan Production Based Training (PBT), dalam pengertiannya bahwa suatu proses keahlian atau keterampilan (life skill) dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan tuntutan pasar/ konsumen.

Proses penerapan program teaching factory adalah dengan memadukan konsep bisnis dan pendidikan kejuruan sesuai dengan kompetensi keahlian yang relevan. Teaching factory merupakan suatu konsep pembelajaran pada tingkat yang sesungguhnya, untuk itu ada beberapa elemen penting dalam teaching factory yang perlu dikembangkan yaitu:  Standar kompetensi yang digunakan dalam pelaksanaan teaching factory adalah kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia industri. Dengan pengajaran yang berbasis kompetensi pada industri diharapkan siswa siap menghadapi tuntutan kebutuhan dunia industri. Peserta Didik, penggolongan peserta didik / siswa dalam proses teaching factory adalah berdasarkan kualitas akademis dan bakat/minat. Siswa dengan kualitas yang seimbang antara akademis dan ketrampilan bakat/minat memperoleh prosentase yang besar untuk masuk dalam program ini. Siswa yang kurang dalam dua hal tersebut direkomendasikan untuk mengambil bagian yang termudah.

Media pembelajaran yang digunakan dalam proses teaching factory menggunakan pekerjaan produksi sebagai media untuk proses pembelajaran. Pekerjaan Produksi dapat berupa industrial order atau standard products. Produk ini harus dipahami terlebih dahulu oleh instruktur sebagai media untuk pengembangan kompetensi melalui fungsi produk, dimensi, toleransi, dan waktu penyelesaian.

Langkah ketiga, sekolah mendukung program pemerintah melalui program guru keahlian ganda yang didukung dengan program magang industri untuk guru produktif dan guru tamu dari industry, yang bertujuan meningkatkan  jumlah dan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Langkah keempat, diberikannya sertifikasi kompetensi lulusan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Satu (LSP-P1). Sertifikat kompetensi diberikan oleh penyelenggara pendidikan dan lembaga pelatihan kepada peserta didik dan warga masyarakat sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi.

Langkah – langkah tersebut diharapkan dapat menjadikan SMK sebagai Lembaga pendidikan vokasi dengan meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang profesional. Bagi orang tua dan siswa menjadikan SMK sebagai sekolah pilihan masyarakat karena banyaknya peluang-peluang untuk dapat bekerja di dunia usaha dan dunia industri, menciptakan lulusan SMK yang berkualitas, yang berkompetensi tinggi dan berkharakter sehingga menjadi tenaga kerja yang siap bersaing di era global serta menghasilkan lulusan yang memiliki keberanian dan kemampuan berwirausaha. SMK hebat, SMK Pasti Bisa. (tj3/bas)

Guru SMK 7 Semarang