Siapkan Sarjana untuk Bersaing di Era MEA

248
MEA: Pelepasan terhadap 315 wisudawan Universitas Ngudi Waluyo (UNW) yang dilakukan oleh pihak kampus, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEA: Pelepasan terhadap 315 wisudawan Universitas Ngudi Waluyo (UNW) yang dilakukan oleh pihak kampus, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), berbagai pendidikan tinggi kesehatan mulai berlomba memberikan kompetensi tambahan kepada lulusan mereka. Rektor Universitas Ngudi Waluyo (UNW), Subyantoro mengungkapkan kompetensi tambahan tersebut wajib diberikan untuk bisa bersaing di era MEA.

“Seperti di tempat kami lulusan kebidanan juga kami berikan ilmu terkait teknologi hipnoterapi dan kewirausahaan,” ujar Subyantoro usai melepas ratusan wisudawan kampusnya, Rabu (4/4).

Teknologi hipnoterapi tersebut menurutnya akan menambah nilai plus dari lulusan UNW. Diharapkan dari kemampuan tersebut banyak perusahaan farmasi maupun rumah sakit akan lebih melirik lulusan dari kampus itu.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya melepas 315 wisudawan dari 8 prodi kesehatan yang ada di UNW. “Untuk kewirausahaan, itu wajib diberikan karena lulusan akan mampu menghadapi dunia yang baru setelah mereka lulus dengan bekal tersebut,” tuturnya.

Pemberian bekal kewirausahaan tersebut, lanjutnya, juga diberikan kesemua prodi yang ada di UNW. “Untuk hipnoterapi, itu sebuah teknologi yang membantu ibu-ibu saat melahirkan supaya tidak merasakan sakit,” katanya.

Ia mengklaim jika kemampuan dalam teknologi tersebut saat ini hanya dimiliki oleh UNW. Dikatakan Subyantoro, prodi kesehatan saat ini masih menjadi primadona tersendiri masyarakat.

Menurutnya, lapangan pekerjaan terkait dengan lulusan ilmu kesehatan terbuka lebar.“Namun secara tidak langsung hal itu juga akan ebrdampak terhadap banyaknya lulusan kesehatan,” katanya.

Supaya lulusan nantinya mampu bersaing, kampus kesehatan harus memberikan kompetensi yang lebih terhadap mahasiswa.“Untuk dua tahun terakhir jumlah pendaftar yang terfavorit itu ada dua prodi yaitu farmasi dan kebidanan,” katanya. (ewb/bas)