KERJA SAMA: kedua Dirut menandatangani MOU yang akan menjadikan PTPN sebagai supplier ke PT Patra Jasa selaku pengelola puluhan hotel. (ISTIMEWA)
KERJA SAMA: kedua Dirut menandatangani MOU yang akan menjadikan PTPN sebagai supplier ke PT Patra Jasa selaku pengelola puluhan hotel. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – PT Perkebunan Nusantara IX berupaya melakukan sinergitas sebanyak mungkin dengan BUMN lain untuk meningkatkan pertumbuhan. Salah satunya adalah melakukan dirrect selling (penjualan langsung) ke hilir atau end user. Salah satunya adalah memasok kebutuhan hotel seperti yang dikelola PT Patra Jasa, yang juga merupakan anak perusahaan Pertamina.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PTPN IX Iryanto Hutagaol kepada wartawan disela acara penandatanganan MOU antara kedua perusahaan di hotel Banaran, kemarin siang. “Kita langsung memasok produk – produk kita kepada PT Patra Jasa yang mengelola puluhan hotel. Mulai dari kopi, gula, sirup pala dan kebutuhan lainnya,” jelas Iryanto dihadapan direksi PTPN IX dan PT Patra Jasa.

Dijelaskan dia, saat ini pihaknya terus terus memasarkan produk langsung ke hilir seperti hotel. Namun juga membuka sejumlah outlet, yang bisa langsung berhubungan dengan end user, yakni masyarakat. “Kerjasama ini tidak berhenti hanya kepada PT Patra Jasa, namun juga dengan BUMN lain seperti KAI dan Pelni,” jelasnya.

Iryanto menambahkan jika sinergitas ini merupakan awal baru yang akan terus dikembangkan. Juga tidak menutup kemungkinan ke pihak diluar BUMN yang memiliki keperluan yang sama. Pemangkasan alur distribusi ini diyakini tidak akan menutup keuntungan para suplier yang selama ini bersinergi dengan hotel. Karena dengan kondisi ekonomi yang terus tumbuh, akan banyak peluang untuk bersinergi.

“Hal ini sebenarnya sudah lama di BUMN dan kementrian sudah mengatur. Namun yang jelas ini hasil akhirnya adalah, keuntungan di masyarakat yang mendapatkan harga lebih murah dengan produk yang sama,” papar dia.

Sementara itu, direktur utama PT Patra Jasa M Haryo Yunanto mengapresiasi kerjasama ini. Ia sembari bergurau menyebut pihaknya sebagai BUMX karena merupakan anak perusahaan dari BUMN, yakni Pertamina. “Kita mengelola banyak hotel dan ribuan apartemen. Kita optimis kerjasama ini akan menguntungkan kedua belah pihak,” terangnya. (sas/bas)