33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Pemkot Bangun Pasar Wonodri 3 Lantai

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pedagang Pasar Wonodri, mulai memindahkan barang-barang ke lapak penampungan sementara di Jalan Wonodri Baru Raya, Rabu (4/4) kemarin. Sebab, Jumat (5/4) besok, Dinas Perdagangan akan membongkar seluruh area Pasar Wonodri seiring pembangunan yang akan dilakukan.

Fajar Purwoto, kepala Dinas Perdagangan mengatakan, sedikitnya ada sekitar 500 pedagang yang berjualan di Pasar Wonodri. Mereka adalah penjual daging, ayam, ikan laut dan sejumlah pedagang sembako serta jasa konveksi. ”Batas waktu perpindahan sudah disosialisasikan akhir Maret lalu. Proses lelang sudah selesai, sehingga pembangunan akan segera dimulai dalam waktu dekat,” ujar Fajar.

”Kalau pengerjaannya dilakukan mulai Mei, diharapkan pada Desember mendatang sudah selesai. Selanjutnya Januari 2019 pedagang bisa menempati pasar yang baru,” timpalnya.

Untuk  sementara, dijelaskan Fajar, pedagang akan berjualan di pasar penampungan, Mereka mendapat lapak dengan luasan sekitar 1,5x 1,5 setiap lapaknya. ”Sudah jadi semua pasar sementara, tinggal pindah saja,” ujarnya.

Pasar Wonodri Baru, lanjutnya, akan dibangun tiga lantai. Dua lantai untuk pedagang, sementara lantai atas akan digunakan untuk aula dan kantor kepala pasar. ”Sehingga nanti tidak ada lagi pedagang yang di pinggir jalan Wonodri ini, semuanya bersih dan wajib masuk pasar,” tegasnya.

Kepada para pedagang, Kepala Pasar Wonodri Ahmad Munif meminta agar bisa memahami kondisi ini. Ia meminta agar para pedagang bisa berbagi tempat dengan sesama pedagang lainnya secara tertib. ”Karena di penampungan, luasannya ya nggak seperti yang ada di dalam. Ini memang butuh prihatin, tapi tidak lama karena setelah pasar jadi bisa kembali ke dalam,” ujarnya sembari menambahkan ada sekitar 6 bangunan sementara di pasar penampungan.

Ditemui di pasar, Rini, 35, pedagang daging mengaku siap menempati pasar penampungan. Ia sudah membersihkan lapak yang lama untuk berpindah ke lapak sementara. ”Besok (hari ini,Red) kami sudah berjualan di penampungan. Untuk sementara waktu kami membuat meja dari kayu. Karena mau tidak mau ya harus pindah,” jelasnya.

Ia mengatakan, di pasar penampungan, para pedagang harus mengeluarkan dana untuk mem-plester lantai. Jika tidak, pasar akan banjir dan becek ketika turun hujan. ”Soalnya pemerintah hanya membuatkan iyup-iyupan. Ini lantainya melur (menyemen) sendiri,” ujarnya.

Yuliati, 52, berharap ketika menempati pasar penampungan sementara, tidak terjadi perselisihan antar pedagang. Ia ingin semuanya dapat berjalan dengan lancar hingga pasar yang baru selesai dibangun. ”Karena kita kan sama-sama cari makan. Ini lurah pasarnya juga bagus, semuanya diberikan tempat dengan rata,” ujarnya. (sga/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hobi Sepatu Roda Jadi Prestasi

RISKI Adyan adalah atlet sepatu roda andalan Jateng. Mahasiswi jurusan Teknik Lingkungan Undip ini menekuni olahraga tersebut sejak masih duduk di bangku kelas 2...

Bakar Kapal Naga Sebagai Simbol Tolak Bala

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG — Ribuan umat Tri Dharma Klenteng Budi Luhur Sakti, jalan lingkar Tanjung Mas Semarang, mengikuti ritual Poo Un atau tolak bala dengan...

Hendi Pimpin PKL Bersihkan Simpang Lima

SEMARANG - Tidak dapat dimungkiri bila shelter PKL Simpang Lima Semarang menjadi salah satu daya tarik pemudik yang tiba di Kota Lunpia ini. Simpang Lima...

Sentra Kerajinan Anyaman

PABELAN – Di Desa Terban Kecamatan Pabelan terdapat sentra pembuatan kerajinan dari anyaman bambu. Sejumlah produk seperti besek, tompo, tenggok dan beberapa kerajinan lainnya dibuat oleh sebagian...

Dukung Ketandan, Bupati Bakar Pepes Ikan

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sejak Rabu siang ratusan warga Dukuh Ketandan Kelurahan Proyonanggan Utara Kecamatan Batang tepatnya di Gang Musi, sibuk dengan aktivitas membuat pepes ikan....

Dance Kembali Pimpin KONI

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Dance Ishak Palit kembali terpilih sebagai ketua KONI Salatiga periode 2018 - 2022 dalam Musyawarah Kota (Musorkot) yang dilaksanakan di aula...