PASANG MEJA : Pedagang memasang meja sementara sebagai alas untuk memotong daging di lapak penampungan sementara di Jalan Wonodri Baru Raya, Rabu (4/4) kemarin. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PASANG MEJA : Pedagang memasang meja sementara sebagai alas untuk memotong daging di lapak penampungan sementara di Jalan Wonodri Baru Raya, Rabu (4/4) kemarin. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pedagang Pasar Wonodri, mulai memindahkan barang-barang ke lapak penampungan sementara di Jalan Wonodri Baru Raya, Rabu (4/4) kemarin. Sebab, Jumat (5/4) besok, Dinas Perdagangan akan membongkar seluruh area Pasar Wonodri seiring pembangunan yang akan dilakukan.

Fajar Purwoto, kepala Dinas Perdagangan mengatakan, sedikitnya ada sekitar 500 pedagang yang berjualan di Pasar Wonodri. Mereka adalah penjual daging, ayam, ikan laut dan sejumlah pedagang sembako serta jasa konveksi. ”Batas waktu perpindahan sudah disosialisasikan akhir Maret lalu. Proses lelang sudah selesai, sehingga pembangunan akan segera dimulai dalam waktu dekat,” ujar Fajar.

”Kalau pengerjaannya dilakukan mulai Mei, diharapkan pada Desember mendatang sudah selesai. Selanjutnya Januari 2019 pedagang bisa menempati pasar yang baru,” timpalnya.

Untuk  sementara, dijelaskan Fajar, pedagang akan berjualan di pasar penampungan, Mereka mendapat lapak dengan luasan sekitar 1,5x 1,5 setiap lapaknya. ”Sudah jadi semua pasar sementara, tinggal pindah saja,” ujarnya.

Pasar Wonodri Baru, lanjutnya, akan dibangun tiga lantai. Dua lantai untuk pedagang, sementara lantai atas akan digunakan untuk aula dan kantor kepala pasar. ”Sehingga nanti tidak ada lagi pedagang yang di pinggir jalan Wonodri ini, semuanya bersih dan wajib masuk pasar,” tegasnya.

Kepada para pedagang, Kepala Pasar Wonodri Ahmad Munif meminta agar bisa memahami kondisi ini. Ia meminta agar para pedagang bisa berbagi tempat dengan sesama pedagang lainnya secara tertib. ”Karena di penampungan, luasannya ya nggak seperti yang ada di dalam. Ini memang butuh prihatin, tapi tidak lama karena setelah pasar jadi bisa kembali ke dalam,” ujarnya sembari menambahkan ada sekitar 6 bangunan sementara di pasar penampungan.

Ditemui di pasar, Rini, 35, pedagang daging mengaku siap menempati pasar penampungan. Ia sudah membersihkan lapak yang lama untuk berpindah ke lapak sementara. ”Besok (hari ini,Red) kami sudah berjualan di penampungan. Untuk sementara waktu kami membuat meja dari kayu. Karena mau tidak mau ya harus pindah,” jelasnya.

Ia mengatakan, di pasar penampungan, para pedagang harus mengeluarkan dana untuk mem-plester lantai. Jika tidak, pasar akan banjir dan becek ketika turun hujan. ”Soalnya pemerintah hanya membuatkan iyup-iyupan. Ini lantainya melur (menyemen) sendiri,” ujarnya.

Yuliati, 52, berharap ketika menempati pasar penampungan sementara, tidak terjadi perselisihan antar pedagang. Ia ingin semuanya dapat berjalan dengan lancar hingga pasar yang baru selesai dibangun. ”Karena kita kan sama-sama cari makan. Ini lurah pasarnya juga bagus, semuanya diberikan tempat dengan rata,” ujarnya. (sga/ida)