Pekerja Migran Harus Miliki Skill Mumpuni

400
TINGKATKAN SKILL : Kasubdit Pemetaan Potensi Direktorat Pemetaan dan Harmonisasi TKLM II BNP2TKI, Edison ketika memberikan pengarahan di Upgrading Skills Hospitality Seabased CPMI pada para calon pekerja imigran indonesia (CPMI) di LKP ICTC Kota Magelang. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
TINGKATKAN SKILL : Kasubdit Pemetaan Potensi Direktorat Pemetaan dan Harmonisasi TKLM II BNP2TKI, Edison ketika memberikan pengarahan di Upgrading Skills Hospitality Seabased CPMI pada para calon pekerja imigran indonesia (CPMI) di LKP ICTC Kota Magelang. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Tingginya persaingan dunia kerja di luar negeri menyebabkan para calon pekerja migran Indonesia (CPMI) formal dituntut memiliki skill yang mumpuni agar mampu merebut peluang kerja sesuai keahliannya. Terlebih, saat ini pemerintah telah melarang pengiriman CPMI melalui jasa informal.

“Saat ini moratorium bahwa TKI informal tidak boleh asal kirim. Harus formal dan sesuai kompetensinya. Terlebih persaingan sangat tinggi sehingga para CPMI harus dituntut mempunyai kemampuan bahasa terutama. Calon tenaga kerja asal Filipina saja, kemampuannya sangat luar biasa. Maka calon tenaga kerja kita jangan sampai kalah,” kata Kasubdit Pemetaan Potensi Direktorat Pemetaan dan Harmonisasi TKLM II BNP2TKI, Edison, Kamis (5/4) kemarin kepada Jawa Pos Radar Kedu saat acara upgrading skills hospitality seabased calon pekerja migran Indonesia (CPMI) di LKP ICTC Kota Magelang.

Edison mengungkapkan, peningkatan kompetensi terhadap CPMI sangat diperlukan dengan komposisi kemampuan yaitu 60 persen penguasaan bahasa Inggris, 20 persen kemampuan teknis, 10 persen attitude, dan 10 persen penguasaan informasi budaya setempat dari negara penempatan.

Edison mengapresiasi langkah Lembaga Kursus dan Pelatihan Ilham Cruise Ship Training Centre(LKP ICTC) yang rutin mengadakan kegiatan upgrade skill kepada CPMI sehingga ikut membantu program pemerintah. Edison menyebutkan, hingga kini dari ribuan LKP yang ada di Indonesia, baru puluhan LKP yang divisitasi dan bekerja sama dengan BNP2TKI.

“Bahkan dari 6 wilayah yaitu Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali Denpasar, dan Jogjakarta hanya ada 18 LKP yang kami visitasi dan bekerja sama dengan kami. Kami harapkan, para CPMI memilih lembaga yang sudah berkompeten dan sudah bekerja sama dengan BNP2TKI,” jelas Edison.

Sementara Kasie Kelembagaan dan Pemasyarakatan Program BP3TKI Provinsi Jawa Tengah, Westi Yudho, menambahkan, pihaknya mengharuskan bagi CPMI yang mau berangkat harus meng-upgrade skill. “Upgrades untuk memenuhi permintaan dari pasar. Untuk tahun ini kami meng-upgrade skill di LKP ICTC sebanyak dua paket, masing-masing paket ada 25 orang PCMI. Alhamdulillah, kegiatan tahun sebelumnya, LKP ICTC dari 50 orang CPMI sebanyak 45 orang telah diterima dan ditempatkan di Asia, dan Eropa,” tutur Westi.

Direktur LKP ICTC, Ilham Fajar Pamungkas, mengatakan, upgrade skill diadakan pihaknya setiap tahun untuk membekali anak didiknya agar mempunyai kompetensi yang mumpuni dalam bekerja. (had/lis)